Cara Pemuda Katolik Rayakan Dies Natalis ke-80, Bawa Keceriaan di Panti Asuhan

Dies Natalis ke-80 Pemuda Katolik
Dies Natalis ke-80 Pemuda Katolik

 Memperingati perjalanan 80 tahun pengabdian, Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengadakan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bakti Mandiri pada Sabtu, 15 November 2025. 

Momen delapan dekade ini menjadi penegasan komitmen Pemuda Katolik untuk terus menghadirkan kasih yang nyata dan menyalakan harapan baru, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan dan perhatian.

Dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, rombongan pengurus pusat datang membawa berbagai perlengkapan kebutuhan anak serta menghadirkan beragam hiburan. 

Suasana hangat, tawa, dan interaksi penuh keceriaan mengisi kunjungan tersebut menjadi tanda bahwa kepedulian tulus selalu memiliki daya sentuh yang besar.

Dalam sambutannya, Gusma menyampaikan pesan yang menggugah dan membangkitkan semangat. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang tumbuh yang penuh kasih bagi setiap anak agar mereka dapat membangun masa depan yang cerah.

"Anak-anakku, teruslah belajar, teruslah bermimpi. Kalian adalah cahaya masa depan yang akan membawa perubahan. Jangan pernah ragu pada diri kalian, sebab Tuhan telah menanamkan talenta yang indah dalam diri masing-masing dari kalian," ujar Gusma dalam keterangannya, Sabtu, 15 November 2025.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial ulang tahun organisasi, melainkan wujud nyata komitmen Pemuda Katolik untuk hadir dan menyapa kebutuhan masyarakat.

"Kami berharap kunjungan kasih hari ini dapat sedikit meringankan beban panti asuhan dan memberikan kehangatan bagi anak-anak di sini. Senyuman mereka adalah pengingat bagi kita semua bahwa kebaikan sekecil apa pun memiliki dampak yang mendalam," tuturnya.

Dengan penuh syukur, Pemuda Katolik menandai usia ke-80 bukan hanya melalui perayaan, tetapi lewat tindakan yang membawa makna, menembus batas formalitas, dan menjangkau hati mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih. 

Semangat pro ecclesia et patria terus menjadi landasan gerak organisasi, sementara spirit ad maiora natus sum menjadi dorongan untuk senantiasa melangkah menuju hal-hal yang lebih besar, lebih mulia, dan lebih berdampak bagi Gereja, bangsa, dan sesama.