Perbedaan Nasi Liwet Solo dan Nasi Liwet Sunda, Mana yang Paling Gurih?

Nasi liwet dikenal sebagai salah satu kuliner Nusantara yang memiliki cita rasa gurih dan aroma yang menggugah selera. Hidangan ini populer di berbagai daerah, namun dua jenis nasi liwet yang paling dikenal masyarakat adalah nasi liwet khas Solo dan nasi liwet khas Sunda.
Keduanya sama-sama gurih, tetapi memiliki karakter rasa, cara penyajian, serta sejarah yang berbeda.
Dikutip dari buku Filosofi Kuliner Nasi Liwet Khas Solo, berikut perbedaan mendasar antara nasi liwet Solo dan nasi liwet Sunda.
1. Perbedaan Topping dan Cara Penyajian
Nasi Liwet Khas Solo
Nasi liwet Solo umumnya disajikan dengan lauk yang kaya rasa, seperti:
- sambal goreng labu
- telur pindang
- opor ayam suwir
- siraman areh santan yang gurih
Ciri khasnya, nasi liwet Solo tidak memakai ikan asin sebagai lauk pendamping. Rasa gurih dari areh dan opor ayam membuat kuliner ini memiliki cita rasa yang melekat sebagai kuliner khas Jawa Tengah, terutama dari Kota Solo.
Penyajiannya juga unik. Nasi liwet Solo biasanya disajikan menggunakan pincuk daun pisang sebagai alas yang memberikan aroma harum sekaligus meningkatkan sensasi makan.
Nasi Liwet Khas Sunda
Berbeda dengan versi Solo, nasi liwet Sunda identik dengan rasa gurih-asin. Lauk pendampingnya lebih beragam, seperti:
- ikan asin
- ikan teri
- tahu dan tempe goreng
- ayam goreng
- lalapan segar seperti timun dan kubis
Penyajian nasi liwet Sunda juga khas. Hidangan ini biasa disajikan menggunakan kastrol atau periuk, sehingga nasi tetap hangat.
Cara makannya pun santai; nasi disendok ke piring kemudian ditumpuk dengan lauk pauk yang tersedia.
2. Perbedaan Proses Memasak
Proses memasaknya menggunakan santan kental, sehingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa gurih yang dominan.
Beras, bumbu, dan santan dimasak bersama-sama hingga menghasilkan aroma yang harum.
Nasi Liwet Sunda
Nasi liwet Sunda umumnya tidak menggunakan santan. Sebagai ganti, nasi diberi campuran rempah yang memberikan aroma segar dan rasa gurih ringan. Bumbu yang biasa digunakan antara lain:
- bawang putih
- daun salam
- serai
- cabai
- serta beberapa rempah lainnya
Dengan bumbu ini, nasi liwet Sunda menciptakan rasa gurih natural dan tidak sepekat nasi liwet Solo.
3. Latar Belakang Sejarah yang Berbeda
Nasi Liwet khas Sunda
Meski sama-sama disebut nasi liwet, keduanya memiliki akar budaya yang berbeda.Nasi Liwet Solo
Makanan ini awalnya dikembangkan oleh masyarakat Solo dan menjadi favorit di lingkungan keraton serta bangsawan. Citarasa dan penyajiannya mencerminkan kuliner keraton yang cenderung lembut, kaya rempah, serta sarat tradisi.
Nasi Liwet Sunda
Sebaliknya, nasi liwet Sunda berakar dari kebiasaan masyarakat pedesaan dan pekerja perkebunan.
Hidangan ini dahulu menjadi bekal sarapan pagi sebelum bekerja, sehingga dibuat praktis, mengenyangkan, dan bisa dinikmati bersama lauk sederhana seperti ikan asin.
Mana yang Lebih Enak?
Baik nasi liwet Solo maupun nasi liwet Sunda memiliki pesona masing-masing. Nasi liwet Solo menawarkan gurih kental khas santan dan areh, sementara nasi liwet Sunda dikenal dengan gurih-asin sederhana yang berpadu dengan lalapan segar.
Keduanya mencerminkan kekayaan kuliner Nusantara dan keunikan budaya daerahnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.