Cara Vincent Verhaag Kasih Edukasi El Barack Soal Bullying: Saya Membully Anak
Artis sekaligus suami dari Jessica Iskandar, Vincent Verhaag, punya cara unik dalam mendidik anaknya soal empati dan bahaya perundungan. Ia percaya bahwa peran orang tua sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai moral sejak dini, terutama agar anak tidak terjebak dalam perilaku bullying.
"Sebagai orang tua, saya pasti mengedukasi anak untuk jangan bully orang lain. Karena anak kan bisa saja ikut-ikutan teman atau belum tahu kalau membully itu salah," ujar Vincent saat launching Bebelac NutriGreat+ di kawasan Senayan, Jakarta, baru-baru ini. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Namun yang menarik, Vincent justru menerapkan metode yang tak biasa. Demi membuat sang anak, El Barack, memahami perasaan korban bullying, ia sengaja ‘merundung’ anaknya sendiri dalam batas yang aman dan terkendali.
“Salah satu metode yang saya pakai adalah apa? Saya sebagai ayah, saya mem-bully anak saya. Bully-nya tentu enggak ekstrem, hal-hal sepele saja. Contoh kalau kemarin kakak El dia takut ketinggian, terus aku ejek-ejekin dia. Terus dia emosi, pas dia udah gak emosi aku panggil dia. Aku bilang kalau yang tadi itu aku cuma ngasih contoh saja, biar dia tahu rasa, dan mengerti apa yang dirasakan oleh korban bully," jelas Vincent.
Menurutnya, anak-anak sering kali tidak bermaksud jahat saat merundung teman, tetapi hanya ingin terlihat hebat atau diterima di lingkungan sosialnya. Karena itu, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang tepat.
“Mungkin anak ini gak secara langsung ingin (bully), tapi pengen sok-sokan, atau pengen jadi the star of the group, pengen jadi jagoannya, tapi mungkin cara mereka belum bener. Namanya anak-anak, proses belajar, kita sebagai orangtua yang harus memberi informasi bahwa bullying its not good,” sambungnya.
Selain menanamkan empati, Vincent juga menekankan pentingnya mengajarkan anak cara membela diri. Ia menilai, anak perlu siap menghadapi situasi berisiko seperti kekerasan fisik atau perundungan di luar pengawasan orang dewasa.
"Kalau dipukul, bela diri. Defend. Kadang bullying bisa ekstrem, jadi anak perlu siap menghadapi situasi apapun. Ini bukan untuk membuat mereka agresif, tapi agar anak bisa melindungi dirinya sendiri," tegas Vincent.