Rumah Tiba-Tiba Diukur Tanpa Izin, Rachel Vennya Bongkar Bukti CCTV dan Sindir Sikap Mantan Suami
Konflik antara Rachel Vennya Niko Al Hakim atau Okin masih terus menjadi sorotan publik. Permasalahan bermula dari rumah yang diberikan Okin setelah bercerai, yang di mana itu adalah pengganti nafkah untuk anak-anaknya. Rumah tersebut kini tiba-tiba ingin dijual tanpa sepengetahuan Rachel.
Rachel mengungkapkan kejadian mengejutkan yang terjadi di rumah tersebut. Ia memperlihatkan bukti rekaman CCTV yang menunjukkan adanya orang-orang tak dikenal datang dan mengukur rumah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Momen ini sontak membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman, terlebih karena di dalamnya terdapat adik-adik Rachel dan anggota keluarga yang tidak mengetahui apa-apa. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Melalui kanal broadcast di Instagram pribadinya, Rachel mengungkapkan kekesalannya atas kejadian tersebut. Ia secara tidak langsung menilai yang dilakukan Okin kurang sopan.
“Alangkah baik dan sopannya kalo dateng ke rumah bikin janji dulu sama orang yg nempatin, kasian mereka deg2an diginiin orang. Mungkin mereka juga kerja kali ya? Ga nyalahin, tp fyi isi rumah ini anak2 dan wali (tante aku) yg ga tau apa2 diclingak clingukin sm org ga dikenal,” ungkap Rachel Vennya yang dikutip melalui broadcast channel di Instagramnya pada Jumat, 3 April 2026.
Unggahan tersebut langsung memancing perhatian publik, karena dinilai menunjukkan situasi yang tidak wajar. Apalagi, rumah tersebut masih ditempati oleh keluarga Rachel dan sebelumnya disebut sebagai bagian dari kesepakatan pasca perceraian.
Tak hanya itu, Rachel juga mengungkit masa lalu hubungan mereka. Ia menyinggung bagaimana dulu ia pernah membantu Okin saat berada di masa sulit, namun kini merasa diperlakukan berbeda.
“Mungkin dia lupa siapa yg bantu dia pas karakter dia dibunuh orang2 lain, siapa yg bantu dia. Bukannya dulu kita saling membantu ya? What happened to you? Memori baik ilang smua,” tambahnya.
Sebelumnya, Rachel memang sempat mengungkap bahwa rumah tersebut diberikan sebagai solusi agar kewajiban nafkah tidak lagi dibebankan secara rutin. Namun, situasi berubah ketika muncul dugaan bahwa rumah itu justru ingin dijual, meski masih ditempati oleh keluarganya.
Puncak konflik terjadi saat orang-orang yang diduga terkait rencana penjualan rumah datang tanpa izin untuk melakukan pengukuran. Hal ini membuat Rachel merasa keputusan tersebut diambil sepihak tanpa mempertimbangkan kondisi penghuni.
Dalam penjelasannya, Rachel juga mengakui bahwa kesepakatan terkait rumah tersebut tidak memiliki dasar hukum tertulis. Kondisi ini membuat posisinya menjadi cukup sulit ketika konflik mulai muncul ke permukaan.
Meski demikian, Rachel kini memilih untuk fokus pada masa depan anak-anaknya. Ia menegaskan akan berusaha mandiri tanpa bergantung pada pihak mana pun, termasuk mantan suaminya.
“Dari awal ga usah kasi aja tu rumah, udah biasa juga beli apa2 sendiri, tp kaya gini kan ngerepotin orang, mau lewat hukum jg cm atas kepercayaan. Emg gblk deh gue masi aje percaya omongan lelaki, skrg gue yg kerepotan sendiri. Makan tu rumah untuk biru, gue yg bakal kerja keras buat anak2 gue. Bnr2 sialan bgt shiz,” tandasnya.