Unik dan Tak Biasa, Wilayah Ini Melarang Kelahiran dan Kematian, Apa Alasannya?
Terletak sekitar 1.300 kilometer dari Kutub Utara, Svalbard adalah kepulauan milik Norwegia ini merupakan negara yang unik. Beberapa keunikannya mulai dari tidak diperlukannya visa ketika masuk ke wilayah ini. Selain itu, negara ini melarang terjadinya kelahiran dan kematian. Kok bisa? Mari simak penjelasannya.
Salah satu travel influencer kenamaan, Radhika Nomllers sempat membagikan sejumlah fakta menarik tentang Svalbard melalui akun Instagram-nya, usai berkunjung ke wilayah tersebut. Dalam videonya, ia mengungkap salah satu hal paling tidak biasa dari tempat ini.
“Tahukah kamu, di desa paling utara di dunia ini, orang tidak boleh lahir dan meninggal? Alasannya, tidak ada rumah sakit, dan jasad tidak bisa terurai karena suhu yang sangat ekstrem,” ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times, Kamis 8 Januari 2026.
Svalbard, negara dengan matahari tengah malam
Di musim dingin, Svalbard mengalami kegelapan total selama 24 jam, sementara di musim panas matahari bersinar sepanjang hari tanpa terbenam.
“Matahari bisa menghilang selama berbulan-bulan, lalu muncul dan tidak pernah terbenam. Di sini juga ada sebuah brankas dunia yang dirancang untuk bertahan dari bencana alam, perang, hingga krisis iklim. Banyak yang menyebutnya sebagai asuransi pangan umat manusia,” tulis Radhika.
Ia juga mengungkapkan bahwa di gugusan pulau yang tertutup salju ini, orang-orang dari lebih dari 50 negara hidup berdampingan tanpa visa.
“Rasanya seperti sebuah peradaban kecil di ujung dunia,” katanya.
Satu-satunya zona bebas visa di dunia
Kondisi ini dimungkinkan berkat Perjanjian Svalbard tahun 1920, yang memberikan hak yang sama bagi warga dari semua negara penandatangan untuk tinggal dan bekerja di wilayah tersebut. Sebagai informasi, keterlibatan India di kawasan Arktik dimulai pada Februari 1920, saat negara itu menandatangani Perjanjian Svalbard di Paris.
Berkat perjanjian ini, warga negara dari negara penandatangan bisa tinggal dan bekerja di Svalbard tanpa visa.
“Tidak ada proses imigrasi yang rumit. Selama kamu bisa menghidupi diri sendiri dan mendapatkan pekerjaan, kamu dipersilakan tinggal,” jelas Radhika.
Hal inilah yang membuat Svalbard menjadi zona bebas visa, tempat siapa pun bisa tinggal dan bekerja. Meski lingkungannya ekstrem, sekitar 2.500 hingga 3.000 orang menetap di sana. Menariknya, jumlah beruang kutub di wilayah ini lebih banyak daripada manusia, dan kucing dilarang sepenuhnya demi melindungi populasi burung Arktik yang rentan.
Tanpa tentara, tanpa kelahiran, dan tanpa kematian
Selain itu, Svalbard tidak memiliki angkatan bersenjata dan dikenal sebagai salah satu tempat paling aman di dunia karena tingkat kejahatan yang sangat rendah.
“Orang-orang tidak mengunci pintu rumah, sepeda dibiarkan di luar, dan rasa saling percaya sangat tinggi. Di kota utama, ada zona aman karena berjalan ke luar kota tanpa membawa senapan adalah ilegal jumlah beruang kutub di sini lebih banyak dari manusia. Jadi, ya, hidup di desa terakhir di dunia ini memang terasa aneh, tapi justru itulah yang membuatnya istimewa,” ungkap Radhika.
Terkait larangan meninggal dan melahirkan di Svalbard, Radhika menjelaskan bahwa lapisan tanah beku permanen (permafrost) membuat jasad tidak bisa terurai dengan baik, yang di masa lalu pernah menimbulkan masalah kesehatan serius. Karena itu, pemakaman tidak lagi diizinkan. Jika seseorang jatuh sakit parah atau sudah lanjut usia, mereka diwajibkan meninggalkan pulau tersebut.
“Di sini tidak ada panti jompo. Ketika warga tidak lagi mampu bekerja atau hidup mandiri, mereka harus pindah. Svalbard dibangun untuk orang-orang muda, pekerja, dan mereka yang tangguh bukan untuk masa pensiun,” tambahnya.
Sementara itu, bayi tidak dilahirkan di Svalbard karena keterbatasan fasilitas medis. Perempuan hamil harus pergi ke daratan utama Norwegia beberapa minggu sebelum waktu persalinan tiba.