Sejarah Istano Basa Pagaruyung, Jejak Sejarah Budaya Minangkabau

istano basa pagaruyung sejarah, harga tiket masuk istano basa pagaruyung, kapan istano basa pagaruyung terbakar, kapan istano basa pagaruyung didirikan, sejarah istano basa pagaruyung, Sejarah Istano Basa Pagaruyung, Jejak Sejarah Budaya Minangkabau

Di bawah langit biru Kabupaten Tanah Datar, berdiri megah istana kebanggaan masyarakat Minangkabau: Istano Basa Pagaruyung.

Istana ini dibangun persis seperti rumah gadang, atapnya menjulang tinggi layaknya tanduk kerbau yang menantang langit. Masyarakat Minangkabau mengenalnya dengan sebutan atap gonjong.

Pesona Istano Basa Pagaruyung tidak berhenti pada halamannya yang luas dengan bendera Marawa yang mengisi sisi jalan menuju istana.

Begitu masuk, Kompas.com terpukau dengan megahnya isi Istano Basa Pagaruyung yang dipenuhi kain-kain berwarna merah, emas, juga tiang-tiang besar di dalam bangunan.

Namun, di balik keindahannya, tersimpan kisah panjang tentang kejayaan, kehancuran, hingga kebangkitan peradaban budaya Minangkabau yang tak pernah padam.

Sejarah Istano Basa Pagaruyung

Istano Basa Pagaruyung yang saya tapaki bukan lagi bangunan asli, melainkan bangunan ketiga usai istana ini terbakar dua kali.

Bangunan Istano Basa Pagaruyung pertama terletak di Bukit Batu Patah, lokasinya berada di belakang bangunan Istano Basa Pagaruyung masa kini.

Menurut pemandu wisata di Istano Basa Pagaruyung, Ira, Istano Basa Pagaruyung pertama kali dibangun pada 1347 era kepemimpinan raja pertama, Adityawarman, yang saat itu masih menganut ajaran Buddha.

istano basa pagaruyung sejarah, harga tiket masuk istano basa pagaruyung, kapan istano basa pagaruyung terbakar, kapan istano basa pagaruyung didirikan, sejarah istano basa pagaruyung, Sejarah Istano Basa Pagaruyung, Jejak Sejarah Budaya Minangkabau

Istano Basa Pagaruyung memiliki tiga lantai bangunan dengan total 72 tiang sebagai penyangganya. Jumlah tiang di Istano Basa Pagaruyung menyesuaikan dengan jumlah nagari atau desa di Minangkabau.

"Beralih menjadi Kesultanan Pagaruyung itu di awal abad 16, tepatnya 1560 dengan sultan pertama bernama Sultan Alif Khalifah," kata Ira dalam kunjungan Familiarization Trip Kementerian Pariwisata RI bersama Travel Agent Malaysia ke Sumatera Barat, Selasa  (28/10/2025).

Agama kerajaan Budha di istana ini beralih ke ajaran Islam pada tahun 1409. Hal ini ditandai dengan seorang Raja Pagaruyung yang memutuskan memeluk Islam dan mengubah namanya menjadi Sultan Alif, seperti dikutip , Sabtu (8/11/2025).

Berselang dua abad, Istano Basa Pagaruyung terbakar untuk pertama kalinya saat Perang Padri berlangsung pada tahun 1804.

"Saat itu istana ini berakhir dan sudah tidak ada apa-apa lagi di balik bukit, lahan kosong begitu saja," sambung Ira.

istano basa pagaruyung sejarah, harga tiket masuk istano basa pagaruyung, kapan istano basa pagaruyung terbakar, kapan istano basa pagaruyung didirikan, sejarah istano basa pagaruyung, Sejarah Istano Basa Pagaruyung, Jejak Sejarah Budaya Minangkabau

Istano Basa Pagaruyung merupakan objek wisata Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang dikenal akan bangunan megah dan cerita sejarah panjang di balik pembangunannya.

Kesultanan Pagaruyung mulai bangkit usai Perang Padri berakhir. Bangunan Istano Basa Pagaruyung kembali berdiri pada 1976 di lokasi baru.

Nahas, si jago merah kembali melahap atap bangunan Istano Basa Pagaruyung usai petir menyambar atap istana pada 2007.

Material atap Istano Basa Pagaruyung dari serat ijuk membuat seluruh bangunan habis terbakar dalam waktu singkat.

Akibat peristiwa tersebut, Istano Basa Pagaruyung harus dibangun ulang untuk kedua kalinya di lokasi yang sama, tetapi dengan posisi beberapa meter ke belakang.

Pembangunan Istano Basa Pagaruyung untuk ketiga kalinya berlangsung selama lima tahun, mulai tahun 2008 dan berakhir pada 2013.

"Lima tahun pembangunan itu menghabiskan total biaya hampir Rp 20 miliar," ungkap Ira.

Usia bangunan Istano Basa Pagaruyung saat ini menyentuh 13 tahun. Kini, ikon sejarah dan budaya Minangkabau itu terbuka sebagai objek wisata.

Wisata sejarah ke Istano Basa Pagaruyung

istano basa pagaruyung sejarah, harga tiket masuk istano basa pagaruyung, kapan istano basa pagaruyung terbakar, kapan istano basa pagaruyung didirikan, sejarah istano basa pagaruyung, Sejarah Istano Basa Pagaruyung, Jejak Sejarah Budaya Minangkabau

Sisa bilik nomor dua hingga delapan di Istano Basa Pagaruyung Sumatera Barat difungsikan sebagai kamar tinggal bagi putri-putri raja yang sudah menikah.

Bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih jauh soal sejarah dan budaya Minangkabau, pintu Istano Basa Pagaruyung terbuka lebar untuk berbagi informasi terkait hal ini.

Istano Basa Pagaruyung berlokasi di Jalan Sutan Alam Bagagarsyah, Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Buka setiap hari pukul 07.30-18.00 WIB.

Pengunjung Istano Basa Pagaruyung dikenakan tarif masuk sebesar Rp 11.000 untuk anak-anak, Rp 21.000 untuk dewasa, dan Rp 31.000 untuk turis mancanegara.

Harga tiket masuk Istano Basa Pagaruyung sudah termasuk jasa pemandu di objek wisata di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Datar.

Usai membayar tiket, pengunjung bisa menapaki anak tangga menuju area dalam Istano Basa Pagaruyung.

Saat tiba di dalam istana, kebanyakan pengunjung memilih mengabadikan momen terlebih dulu.

Beberapa spot foto favorit di Istano Basa Pagaruyung adalah halaman berlatar istana megah, jendela, serta singgasana.

Istano Basa Pagaruyung juga menyediakan jasa sewa baju adat Minangkabau seharga mulai Rp 35.000 untuk satu set, baik pakaian laki-laki maupun perempuan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.