Mampir ke Istano Basa Pagaruyung, Apa yang Bisa Dilihat di Dalamnya?

istano basa pagaruyung sejarah, apa saja isi istano basa pagaruyung, ada apa di dalam istano basa pagaruyung, melihat isi dalam istano basa pagaruyung, sejarah asal usul bentuk rumah gadang, Mampir ke Istano Basa Pagaruyung, Apa yang Bisa Dilihat di Dalamnya?

Istano Basa Pagaruyung merupakan objek wisata Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang dikenal akan bangunan megah dan cerita sejarah panjang di balik pembangunannya.

Istana ini pertama kali dibangun pada 1347 era kepemimpinan raja pertama, Adityawarman, yang saat itu masih menganut ajaran Buddha.

Saat ini, Istano Basa Pagaruyung terletak di Jalan Sutan Alam Bagagarsyah, Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang sudah dibangun ulang untuk ketiga kalinya.

Kompas.com berkesempatan masuk dan melihat langsung isi area dalam Istano Basa Pagaruyung saat mengikuti Familiarization Trip Kementerian Pariwisata RI bersama Travel Agent Malaysia ke Sumatera Barat, Selasa (28/10/2025).

Istano Basa Pagaruyung pernah terbakar dua kali, saat era Perang Padri tahun 1804 dan tahun 2007 saat petir menyambar atap bangunan istana.

Material atap Istano Basa Pagaruyung dari serat ijuk membuat seluruh bangunan habis terbakar dalam waktu singkat.

Bangunan Istano Basa Pagaruyung yang saat ini dibuka sebagai objek wisata Kabupaten Tanah Datar berdiri sejak 2013.

Bentuk istana ini persis seperti rumah gadang. Hanya saja, bangunannya lebih megah dibandingkan rumah gadang milik para kaum atau keluarga besar.

istano basa pagaruyung sejarah, apa saja isi istano basa pagaruyung, ada apa di dalam istano basa pagaruyung, melihat isi dalam istano basa pagaruyung, sejarah asal usul bentuk rumah gadang, Mampir ke Istano Basa Pagaruyung, Apa yang Bisa Dilihat di Dalamnya?

Istano Basa Pagaruyung merupakan objek wisata Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang dikenal akan bangunan megah dan cerita sejarah panjang di balik pembangunannya.

Ira menjelaskan, sejarah pembangunan rumah gadang terinspirasi dari bentuk kapal terbalik.

Atap rumah gadang yang menyerupai tanduk kerbau konon berasal dari adu kerbau orang Minang dan orang Jawa pada masa lampau.

"Saat itu orang Minang menang, mereka bersorak "Manang Kabau, Manang Kabau" dan sebagai simbol kemenangan orang Minang, maka di atap rumahnya itu seperti tanduk kerbau," ungkap dia.

Istano Basa Pagaruyung memiliki tiga lantai bangunan dengan total 72 tiang sebagai penyangganya.

Jumlah tiang di Istano Basa Pagaruyung menyesuaikan dengan jumlah nagari atau desa di Minangkabau.

"Setiap nagari atau desa akan memberi satu pokok tiang. Tiang paling besar di bagian tengah bernama Tonggak Tua karena diambil dari desa tertua di Minangkabau," kata pemandu wisata di Istano Basa Pagaruyung, Ira.

Desa tertua di Minangkabau bernama Nagari Tuo Pariangan. Desa ini dinobatkan sebagai desa terindah di dunia pada 2012.

Uniknya, dari puluhan tiang bangunan Istano Basa Pagaruyung, hanya ada satu tiang yang berdiri lurus, sementara tiang-tiang lain tampak bengkok.

Ira menjelaskan, posisi tiang bangunan Istano Basa Pagaruyung memang sengaja dirancang demikian.

istano basa pagaruyung sejarah, apa saja isi istano basa pagaruyung, ada apa di dalam istano basa pagaruyung, melihat isi dalam istano basa pagaruyung, sejarah asal usul bentuk rumah gadang, Mampir ke Istano Basa Pagaruyung, Apa yang Bisa Dilihat di Dalamnya?

Istano Basa Pagaruyung memiliki tiga lantai bangunan dengan total 72 tiang sebagai penyangganya. Jumlah tiang di Istano Basa Pagaruyung menyesuaikan dengan jumlah nagari atau desa di Minangkabau.

"Karena zaman dulu, tiang ini tidak dipasang menggunakan paku, hanya menggunakan teknik pahat sehingga membuat istana ini tahan dari goncangan gempa bumi," kata dia.

Letak Istano Basa Pagaruyung yang berada di lereng Gunung Marapi menjadi alasannya.

Demi menghindari gempa vulkanik yang mungkin terjadi, dibuatlah rumah antigempa dengan sistem pasak tiang.

Selain puluhan tiang, bilik-bilik di tiap lantai juga menjadi sorotan saat berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung.

istano basa pagaruyung sejarah, apa saja isi istano basa pagaruyung, ada apa di dalam istano basa pagaruyung, melihat isi dalam istano basa pagaruyung, sejarah asal usul bentuk rumah gadang, Mampir ke Istano Basa Pagaruyung, Apa yang Bisa Dilihat di Dalamnya?

Sisa bilik nomor dua hingga delapan di Istano Basa Pagaruyung Sumatera Barat difungsikan sebagai kamar tinggal bagi putri-putri raja yang sudah menikah.

Lantai satu istana memuat sembilan bilik atau kamar kecil. Bilik yang terletak di paling ujung dengan kain penutup berwarna hitam, disebut sebagai bilik khusus raja dan ratu.

Sisa bilik nomor dua hingga delapan difungsikan sebagai kamar tinggal bagi putri-putri raja yang sudah menikah.

"Bagi putri raya yang sudah menikah, tinggalnya di sini dengan suami dan anak-anak di bawah umur tujuh tahun," kata Ira.

Adapun putra atau anak laki-laki raja dan ratu, tidak akan tinggal di istana, melainkan pindah ke surau atau musala untuk belajar adat, sejarah, juga agama, sembari bersiap hidup mandiri di perantauan.

Tersisa satu bilik nomor sembilan di lantai satu istana ini. Kamar itu digunakan sebagai tempat khusus ibu suri atau ibu kandung dari raja yang tinggal di istana.

Bilik tersebut dilengkapi dengan singgasana yang terletak di area tengah lantai satu ini.

Berlanjut ke lantai dua Istano Basa Pagaruyung, tingkat ini berisi lima kamar yang diperuntukkan bagi anak perempuan belum menikah.

Layaknya segitiga, bangunan istana ini juga demikian. Semakin meningkat lantai bangunannya, semakin kecil area dalam Istano Basa Pagaruyung.

Itu sebabnya, lantai tiga Istano Basa Pagaruyung hanya terdiri dari satu ruangan kecil, namun yang paling krusial dari keseluruhan bangunan.

"Lantai tiga menjadi tempat menyimpan harta pusaka milik raja. Isinya ada peti-peti tempat menyimpan mahkota dan harta lainnya. Hanya raja yang boleh naik sampai ke atas," kata Ira.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.