MKD Pangkas Titik Reses Jadi 22, Waka DPR: Konsekuensi Anggaran Pasti Berkurang
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal angkat bicara soal keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang memangkas titik reses anggota DPR RI dari 26 menjadi 22 pada tahun ini.
Cucun menjelaskan, pada periode ini terdapat 26 titik. Biasanya, anggota DPR bisa menemui ratusan warga di titik-titik reses tersebut untuk mendengar aspirasi sidang ditutup.
"Misalkan kita ngumpul beberapa orang nih, kalau biasa 1 titiknya 100 orang, kalau 500 orang ya bisa bukan 1 titik, bisa aja untuk efisien dalam waktu kita ngumpul 300 orang, 400 orang," ucap Cucun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 November 2025.
Meski begitu, Cucun mengaku tidak mengetahui anggaran yang dialokasikan ke tiap titik reses. Kata dia, urusan anggaran ada di tangan Kesetjenan DPR RI.
"Berarti kan biaya yang dikeluarkan itu, kita juga nggak paham ya, hitung-hitungan itu kan di sekjen sebagai kesekjenan yang memahami tentang nomenklatur atau juga hitung-hitungan indeks itu," ungkap dia.
Terkait dengan adanya pemangkasan titik reses, Cucun mengatakan hal ini tentu akan berimbas pada berkurangnya anggaran reses.
Adapun biasanya, anggaran reses disebut Cucun digunakan untuk berbagai hal mulai dari biaya transport, makanan atau snack, biaya gedung hingga bingkisan dan sembako untuk warga.
"Kalau dikurangi ya konsekuensinya pasti berkurang," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR meminta Sekretariat Jenderal atau Setjen DPR RI untuk memotong anggaran reses terhadap para legislator.
Putusan tersebut dibacakan langsung Wakil Ketua MKD DPR, Adang Daradjatun di ruang sidang MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 November 2025.
"Dengan ini Mahkamah Kehormatan Dewan memutuskan dan mengadili sebagai berikut. Satu, meminta kepada kesekjenan untuk memotong anggaran reses DPR RI menjadi 22 titik," kata Adang.