Puan Bakal Rapat Bareng Pimpinan DPR, Bahas Pemangkasan Titik Reses
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan akan menggelar rapat bersama pimpinan DPR lainnya untuk mendiskusikan keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait pemangkasan titik reses anggota dewan.
MKD dalam sidang pada Rabu, 5 November 2025 kemarin, meminta Setjen DPR RI agar memangkas titik reses yang semula 26 titik menjadi 22.
Puan melihat, keputusan pemangkasan titik itu akan berimbas pada pengurangan anggaran reses.
"Ya karena titiknya berkurang, ya harusnya akan ada pengurangan anggaran," ucap Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 November 2025.
Puan belum bisa bicara banyak terkait keputusan tersebut. Hanya saja, kata dia, konsekuensi dari keputusan MKD itu akan dibahas dalam rapat bersama pimpinan DPR lainnya.
"Makanya konsekuensi dari keputusan tersebut akan saya diskusikan dulu dengan pimpinan yang lain," pungkas Puan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan pemangkasan titik reses akan berdampak pada pengurangan anggaran.
Adapun biasanya, anggaran reses disebut Cucun digunakan untuk berbagai hal oleh anggota dewan saat menemui dan mendengarkan aspirasi warga selama masa sidang ditutup.
Mulai dari pembiayaan transport, makanan atau snack, biaya gedung hingga bingkisan dan sembako untuk warga.
"Kalau dikurangi ya konsekuensinya pasti berkurang," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR meminta Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR untuk memotong anggaran reses terhadap para legislator.
Putusan tersebut dibacakan langsung Wakil Ketua MKD DPR, Adang Daradjatun di ruang sidang MKD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 November 2025.
"Dengan ini Mahkamah Kehormatan Dewan memutuskan dan mengadili sebagai berikut. Satu, meminta kepada kesekjenan untuk memotong anggaran reses DPR RI menjadi 22 titik," kata Adang.