Pesan Iqbal ke Pejabat dan Pegawai Setjen DPD RI yang Purnabakti: Dedikasi Bapak-Ibu Bukan Hal yang Ringan
Sekretaris Jenderal DPD RI, Mohammad Iqbal, memimpin acara penghormatan dan pelepasan bagi sejumlah mantan pimpinan dan pejabat senior yang telah purnabakti dari lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.
Acara yang penuh khidmat dan emosional ini secara khusus menghormati kontribusi para mantan Sekretaris Jenderal DPD RI, yaitu Reydonnyzar Moenek (Analis Kebijakan Ahli Utama), Adam Bachtiar (Analis Kebijakan Ahli Utama), dan Rahman Hadi (Analis legislatif Ahli Utama) yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Turut dilepaskan sejumlah pegawai lainnya yang telah mengabdi puluhan tahun, seperti Andi Erham (Kepala Pusat Perancangan dan Kajian Kebijakan Hukum).
Dalam sambutannya di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin 22 Desember, Iqbal menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan warisan kepemimpinan yang ditinggalkan.
"Saya menyampaikan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Bapak-Ibu yang telah memberikan kontribusi luar biasa. Dedikasi dan kepemimpinan bapak-Ibu bukanlah hal yang ringan,” ujar Iqbal.
Ia menekankan bahwa capaian institusi saat ini dibangun di atas kerja keras dan pengorbanan para senior. “Mungkin bukan hanya pekerjaan, tetapi ada tetesan keringat, air mata, bahkan pengorbanan dalam memberikan yang terbaik bagi DPD RI. Apa yang telah bapak-Ibu bangun adalah legacy bagi kita semua,” tambahnya.
Pejabat lain yang turut memasuki masa purnabakti dalam kesempatan tersebut antara lain Denny Swandani (Kepala Bagian Kearsipan, Perpustakaan dan Penerbitan), Gino (Kepala Kantor DPD RI Provinsi Lampung), serta sejumlah kepala subbagian seperti Ahmad Buchori, Gusmiral Maiza, Eka Wahyuningdiah, Dadang Kamaluddin, dan Tenten Cindewangi.
Ia menegaskan bahwa acara pelepasan ini adalah tradisi untuk merawat kebersamaan. “Ini bukan sekadar seremoni, tetapi cara kita menghargai proses dan merawat ikatan. Pangkat dan jabatan boleh berakhir, tetapi persaudaraan dan semangat kebersamaan kita jaga selamanya,” pesan Iqbal.
Di akhir sambutan, Iqbal menyebutkan sejumlah capaian Setjen DPD RI, seperti peringkat ke-9 dalam Keterbukaan Informasi Publik di antara kementerian/lembaga, serta nilai tinggi dalam indeks reformasi hukum, dan dinilai berintegritas atau SPI dari KPK.
“Pencapaian ini adalah buah dari fondasi yang telah diletakkan oleh Bapak-Ibu sekalian. Kami yang sekarang hanya meneruskan dan berusaha menjaga warisan berharga ini,” ucapnya.
Sementara itu, Reydonnyzar Moenek mengaku tersanjung atas acara pelepasan ini. "Ini baru pertama kali dilakukan di Setjen DPD. Terima kasih, Pak Sekjen, rasanya semakin berat meninggalkan DPD RI," kata dia didampingi sang istri saat memberikan pidato.
Acara ditutup dengan doa dan harapan agar silaturahmi serta semangat pengabdian para purnabakti tetap terjaga. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, para pegawai aktif membentuk barisan kehormatan untuk mengantarkan para senior keluar dari gedung menuju mobil yang telah disiapkan, simbolisasi peralihan menuju babak baru kehidupan purna bakti.