Harapan Hidup Meningkat, BPS Sebut Bayi Baru Lahir Bisa Hidup hingga 74,4 Tahun
Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Moh. Edy Mahmud melaporkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada tahun 2025 mencapai 75,90, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 75,02.
IPM merupakan indeks komposit untuk mengukur capaian pembangunan kualitas hidup manusia, dimana semakin tinggi nilai IPM maka semakin baik kualitas hidup masyarakat di suatu wilayah.
Dia menjelaskan, IPM Indonesia tetap berada dalam kategori pembangunan manusia yang tinggi, dan didorong oleh peningkatan semua indikator penyusunnya.
"Komponen harapan hidup saat lahir meningkat menjadi 74,47 tahun. Artinya, rata-rata bayi baru lahir akan hidup hingga 74,47 tahun," kata Edy dalam telekonferensi pers, Rabu, 5 November 2025.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud
"Sejak 2020 IPM mengalami peningkatan konsisten," ujarnya.
Dia menambahkan, dari sisi pendidikan, harapan lama sekolah naik menjadi 13,30 tahun, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 13,21 tahun. Sementara rata-rata lama sekolah tercatat sebesar 9,07 tahun, atau naik dari 8,85 tahun pada tahun 2024 lalu.
Selanjutnya, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan naik dari Rp 12,3 juta pada tahun lalu menjadi Rp 12,8 juta pada tahun 2025 ini. Hal ini telah disesuaikan adalah rata-rata konsumsi penduduk per tahun, yang dihitung berdasarkan harga konstan tahun 2012 dengan wilayah rujukan Jakarta Selatan.
"Angka ini juga telah disesuaikan dengan tingkat inflasi dan daya beli paritas," kata Edy.
Sementara jika dilihat secara spasial, BPS mencatat bahwa ada 3 provinsi yang mencatat IPM tertinggi. Antara lain yakni DKI Jakarta sebesar 85,05, D.I. Yogyakarta 82,48, dan Kepulauan Riau (80,53). Sedangkan IPM terendah yaitu Provinsi Papua Pegunungan sebesar 54,91.
"BPS juga mencatat bahwa Provinsi Jawa Barat mencatat kenaikan IPM tertinggi yaitu sebesar 0,98 poin," ujarnya.