Era Baru AI, Bekerja 24 Jam Nonstop Tanpa Ngopi
Salesforce mengumumkan peluncuran dan telah tersedianya Agentforce 360, sekaligus menandai puncak dari transformasi yang dikembangkan selama setahun ini, menghadirkan sebuah definisi baru bagaimana pekerjaan-pekerjaan tertuntaskan di era baru kecerdasan buatan (AI) sekarang ini.
Hal tersebut menjadi penanda bagaimana sebenarnya kita telah memasuki era baru Agentic Enterprise yang menghadirkan model baru dalam bekerja, di mana AI justru sangat krusial dalam mendukung optimalnya peran dan kinerja manusia, bukan alih-alih menggantikannya.
Dengan terwujudnya Agentic Enterprise, memungkinkan tiap-tiap divisi perusahaan beroperasi penuh selama 24/7 secara cerdas. Tak ada lagi potensi penjualan yang luput untuk ditangani. Layanan bisa dihadirkan penuh tanpa jeda.
Pun dalam bekerja, kini karyawan bisa bersanding dengan mitra AI yang akan membantu mereka menjadi lebih gesit dalam menuntaskan pekerjaan maupun dalam mengambil keputusan-keputusan bisnis dengan cerdas.
“Kita sedang memasuki era baru — Agentic Enterprise — di mana AI membantu manusia mencapai potensi terbaiknya. Agentforce 360 menyatukan manusia, agen, dan data dalam satu platform yang tepercaya, sehingga setiap karyawan dan perusahaan bisa meraih lebih dari yang mereka bayangkan,” kata Marc Benioff, Chair and CEO Salesforce, seperti dikutip VIVA dari keterangan resmi.
Agentforce 360 menghadirkan paduan sempurna keistimewaan dari tiap-tiap elemen dalam sebuah bangunan Agentic Enterprise:
● Platform Agentforce 360: Fondasi untuk agen-agen AI berkelas enterprise, kini dilengkapi dengan builder yang komunikatif, mesin reasoning hybrid untuk pengelolaan kontrol dan dengan akurasi yang lebih baik, serta dilengkapi dengan sejumlah kapabilitas voice mutakhir.
● Data 360: Lapis data terpadu dan tepercaya yang menghadirkan kontekstualisasi kepada setiap agen. Inovasi-inovasi seperti Intelligent Context and Tableau Semantics memungkinkan perusahaan mengubah data dan analitik tak terstruktur menjadi informasi yang kaya dengan kontekstualitas dan pemahaman bagi AI.
● Aplikasi Customer 360: Merupakan jantung dari mesin logika bisnis dan memori institusional yang menangkap setiap pengoperasian bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut menerapkan pola penjualan, layanan, marketing, dan operasional.
● Slack: Antarmuka percakapan interaktif antara manusia dengan agen-agen AI yang berkolaborasi, saling berbagi pemahaman, aksi, dan data secara real-time.
Agentforce 360 menampilkan serangkaian agen yang bisa diandalkan dan diakses, yang dirancang bisa melakukan penalaran (reasoning), melakukan aksi, dan berkolaborasi bersanding dengan manusia:
● Agentforce Builder: Studio pengembangan baru nan interaktif yang mendukung tim mendesain, melakukan pengetesan, dan menggelar agen-agen menggunakan natural language, tak perlu melakukan konfigurasi secara manual.
● Agentforce Voice: Lapis voice native yang mentransformasikan sistem IVR menjadi interaksi yang natural dalam real-time dengan proses transkripsi yang minim latensi, sintesa ucapan yang lebih realistis, dan integrasi yang mendalam dengan Salesforce.
● Hybrid Reasoning and Agent Script: Menggabungkan workflows deterministik dengan penalaran LLM yang fleksibel untuk hasil yang lebih presisi dan adaptif.
● Agentforce Vibes: Memperluas pengembangan low-code ke AI, mendukung pengembang aplikasi “vibe-code” selalu tertambat pada data dan tata kelola perusahaan.
● Observability: Dashboards baru yang mendukung tim dalam memonitor penalaran, tingkat akurasi, dan kelaikan. Meningkatkan keandalan seiring berjalannya waktu.
Data 360 kini mendukung aktivasi data perusahaan, baik yang terstruktur maupun tidak guna memberikan konteks dan personalisasi kepada tiap-tiap agen yang berkenaan dengan bisnis:
● Intelligent Context: Mendukung agen dalam mengakses konten tak terstruktur dalam bentuk PDF, diagram, maupun tabel sebagai panduan bagi pengguna melalui penanganan tugas-tugas nyata, seperti melakukan troubleshooting maupun analisis.
● Tableau Semantics: Menerjemahkan data ke dalam bahasa bisnis dan menjamin matrikulasi secara konsisten di lintas jenis cloud melalui Customer 360 Semantic Data Model (SDM).