Asia Tenggara Bersiap Masuk Era Agentic AI
Asia Tenggara tengah memasuki fase penting dalam transformasi digital, terutama dengan meningkatnya perhatian terhadap teknologi Agentic AI.
Perkembangan ini mengemuka dalam sebuah forum teknologi yang digelar di Labuan Bajo, pada 1 November 2025 lalu, yang juga menjadi panggung bagi rencana ekspansi besar Devoteam ke Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam dalam lima tahun mendatang.
Ajang yang dihadiri 40 pemimpin teknologi dari sektor Financial Services, Media & Entertainment, serta Infrastructure & Telecommunication ini membahas berbagai implementasi teknologi generasi terbaru.
Topik yang menjadi pusat diskusi meliputi Agentic AI, keamanan modern, serta peningkatan produktivitas dan kolaborasi berbasis AI.
Salah satu sorotan acara tahun ini adalah penempatan Agentic AI sebagai prioritas strategis. Teknologi ini dipandang mampu mempercepat proses bisnis, menghadirkan otomatisasi pengambilan keputusan.
Pada sisi keamanan, sesi “Defending the Future: Architecting a Proactive Security Posture in the Age of AI” menegaskan urgensi membangun fondasi keamanan digital yang lebih adaptif di tengah penetrasi AI yang semakin luas.
Keputusan Devoteam untuk memperluas peran di Asia Pasifik juga menjadi salah satu pesan kunci dalam sesi keynote. Langkah memperluas jangkauan ke Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam disebut sebagai strategi untuk memperbesar kontribusi di pasar teknologi cloud dan AI yang tumbuh cepat di kawasan ini.
Dalam sesi “Customer Light Talk”, Aditya Gandakusuma dari Google Cloud memaparkan bagaimana AI generatif kini membuka jalan menuju personalisasi layanan pelanggan yang lebih presisi.
“Pendekatan ini mampu memperkuat loyalitas pengguna sekaligus memberikan peluang bisnis baru di berbagai sektor,” kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Senin 17 November 2025.