Tukang Ledeng Jadi Pekerjaan Emas di Era AI, Gajinya Bikin Melongo
Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin mendominasi dunia kerja, banyak orang mengira masa depan hanya milik profesi yang bergelimang data, kode, dan komputer. Namun, di balik gemerlap itu, justru ada pekerjaan manual dan terampil yang mulai kembali mendapat perhatian.
Salah satu yang menegaskan hal ini adalah CEO Nvidia, Jensen Huang, sosok yang sangat berpengaruh di dunia AI dan semikonduktor.
Dalam salah satu kesempatan, Huang menekankan bahwa dunia tidak akan berfungsi tanpa pekerjaan terampil seperti tukang listrik, teknisi, hingga tukang ledeng. Ia bahkan menyebut bahwa saat pusat data AI terus bertambah di seluruh dunia, permintaan terhadap profesi seperti tukang ledeng justru melonjak.
Pernyataan ini membuat banyak pihak mulai melihat kembali pentingnya sektor kerja yang selama ini dianggap sederhana, padahal perannya sangat krusial dalam menopang infrastruktur modern.
Mengintip Gaji Tukang Ledeng
1. Gaji Tukang Ledeng di Amerika Serikat
Menurut data Bureau of Labor Statistics (BLS) per Mei 2024, median gaji tahunan tukang ledeng, tukang pipa, dan pekerja steamfitter di Amerika Serikat mencapai US$62.970 atau sekitar Rp1,04 miliar per tahun (asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS).
Angka ini menunjukkan bahwa profesi tukang ledeng bukan pekerjaan rendahan, melainkan karier dengan potensi penghasilan yang kompetitif.
Situs Salary.com bahkan memperkirakan gaji rata-rata tukang ledeng di AS bisa mencapai US$64.810 per tahun, dengan kisaran antara US$56.073 hingga US$73.612, tergantung pengalaman dan lokasi kerja. Sementara itu, data ZipRecruiter mencatat rata-rata upah per jam sebesar US$30,39, atau sekitar Rp501 ribu per jam.
Dengan jam kerja penuh, seorang tukang ledeng berpengalaman di AS bisa mengantongi penghasilan bulanan lebih dari Rp85 juta. Tak heran jika banyak generasi muda di negara maju mulai melirik pekerjaan manual berkeahlian tinggi karena dianggap lebih stabil dan tahan terhadap disrupsi otomatisasi.
2. Gaji Tukang Ledeng di Australia
Di Australia, posisi tukang ledeng juga menempati daftar pekerjaan bergaji tinggi di sektor konstruksi. Berdasarkan data Indeed 2025, rata-rata penghasilan tahunan tukang ledeng mencapai AUD81.426, atau sekitar Rp880 juta per tahun.
Sementara itu, SalaryExpert mencatat gaji tukang ledeng di Perth bahkan bisa mencapai AUD94.765 per tahun (sekitar Rp1,02 miliar), dan di Sydney untuk posisi foreman mencapai AUD118.888 (sekitar Rp1,28 miliar).
Tukang ledeng pemula atau magang (apprentice) biasanya menerima AUD38.000 per tahun, tetapi angka ini akan naik signifikan seiring peningkatan keterampilan dan jam kerja.
Gaji yang tinggi tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan tenaga ahli di bidang ini, terutama karena pembangunan rumah, gedung, dan fasilitas umum di Australia terus meningkat.
Mengapa Jensen Huang Menyebut Tukang Ledeng Sebagai Pekerjaan Masa Depan?
Dalam wawancaranya yang dikutip dari The Times of India dan Investopedia, Jensen Huang menyatakan bahwa pekerjaan seperti tukang ledeng, tukang listrik, dan teknisi lapangan akan sangat dibutuhkan di masa depan.
Alasannya sederhana, pembangunan pusat data (data center) dan infrastruktur AI memerlukan dukungan dari ribuan pekerja lapangan yang memiliki keahlian teknis dan ketelitian tinggi.
Huang menegaskan bahwa tanpa mereka, pusat data yang menopang dunia digital tidak akan bisa berdiri. Ia juga menambahkan pesan inspiratif bahwa “tidak ada tugas yang terlalu rendah,” merujuk pada pengalamannya di masa muda ketika bekerja di restoran Denny’s dan harus mencuci piring hingga membersihkan toilet.
Bagi Huang, etos kerja dan kemampuan menyelesaikan tugas dengan baik jauh lebih berharga daripada gelar atau status sosial.
Prospek Pekerjaan Tukang Ledeng di Masa Depan
Dengan meningkatnya permintaan pembangunan infrastruktur, perumahan, dan fasilitas industri, peluang kerja tukang ledeng akan terus terbuka lebar. Di Amerika Serikat saja, BLS memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja untuk tukang ledeng meningkat sekitar 2 persen hingga 2032, setara dengan puluhan ribu posisi baru setiap tahunnya.
Jika tren ini berlanjut, maka profesi tukang ledeng berpotensi menjadi salah satu karier paling stabil di era pasca-AI. Para ahli memperkirakan bahwa dalam 10 tahun mendatang, permintaan global untuk tenaga kerja terampil di bidang plumbing bisa meningkat dua kali lipat, terutama di negara-negara yang tengah memperluas jaringan data center seperti Amerika, Australia, Jepang, dan Jerman.
Pernyataan Jensen Huang menegaskan bahwa dunia tidak hanya membutuhkan programmer dan insinyur perangkat lunak, tetapi juga para pekerja terampil seperti tukang ledeng yang menopang infrastruktur fisik kehidupan modern.
Dengan gaji yang tinggi dan permintaan kerja yang stabil, profesi ini layak dipertimbangkan bagi siapa pun yang mencari pekerjaan praktis dengan prospek cerah di masa depan. Bagaimana, Anda minat?