Terharu, Polisi Izinkan Tahanan Tidur Sambil Peluk Anak dari Dalam Penjara

viral, anak, polisi, Jambi, tahanan, Terharu, Polisi Izinkan Tahanan Tidur Sambil Peluk Anak dari Dalam Penjara

Sebuah video yang mengharukan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang diunggah oleh akun TikTok @handk8787, terlihat seorang ayah yang sedang ditahan memeluk anak laki-lakinya.

Keduanya tampak tidur berpelukan di atas alas sederhana, hanya dipisahkan oleh jeruji besi penjara.

Momen penuh haru itu terjadi di Mapolsek Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Jambi.

Aipda M. Handoko, anggota Polsek Sekernan sekaligus pemilik akun TikTok tersebut, menceritakan bahwa tahanan berinisial AF kala itu tengah melepas rindu dengan istri dan dua anaknya pada Selasa malam (30/9/2025).

Menurut Handoko, keluarga AF datang jauh-jauh dari Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, setelah lebih dari dua bulan tidak bertemu.

“Saya sangat terharu dan iba. Saya juga seorang bapak dan tahu rasanya rindu kepada anak,” kata Handoko melalui sambungan telepon, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan, perjalanan keluarga AF menuju Mapolsek Sekernan memakan waktu sekitar dua jam.

“Untuk sampai ke sini, keluarga harus menempuh dua jam perjalanan,” ujar Handoko.

Keluarga AF tiba menjelang waktu magrib. Saat itu Handoko baru saja menunaikan salat dan kemudian menyaksikan langsung pertemuan penuh kerinduan antara ayah dan anak dari balik jeruji besi.

“Kami akhirnya iba dan saya izin kepada rekan-rekan piket lainnya, kami pun sepakat untuk mengeluarkan tahanan, untuk bertemu keluarganya di ruangan Reskrim,” katanya.

Dengan begitu, AF bisa memeluk anak dan istrinya tanpa penghalang jeruji.

AF diketahui merupakan tahanan titipan Polda Jambi yang perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sengeti. Ia ditahan di Mapolsek Sekernan karena lokasi tersebut berdekatan dengan tempat persidangan.

“Karena dekat maka ditahan di kantor kami,” tutur Handoko.

Ia menambahkan, keluarga AF sangat bersyukur karena akhirnya bisa bertemu secara langsung tanpa sekat besi—hal yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

“Saya jadi merasa senang karena bisa bantu, tapi juga sedih melihat perjumpaan keluarga dengan tahanan ini,” ujarnya.

Alasan Diunggah ke Media Sosial

Handoko mengaku, dirinya ikut larut dalam suasana haru karena juga seorang ayah yang memahami perasaan rindu kepada anak.

Itulah sebabnya ia kerap merekam momen pertemuan antara tahanan dan keluarga, lalu membagikannya di media sosial.

“Karena yang dirugikan bukan hanya diri sendiri, tapi juga keluarga,” katanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.