Fenomena Astronomi Oktober 2025: Ada Bulan Purnama dan Hujan Meteor
- 2 Oktober 2025:Galaksi Andromeda dan Planet Katai Ceres
- 7 Oktober 2025: Bulan Purnama Hunter’s Moon
- 8 Oktober 2025: Hujan Meteor Draconid
- 10 Oktober 2025: Hujan Meteor Taurid Selatan
- 11 Oktober 2025: Hujan Meteor Delta Aurigid
- 18 Oktober 2025: Hujan Meteor Epsilon Geminid
- 21 Oktober 2025: Hujan Meteor Orionid
- 29 Oktober 2025: Merkurius pada Elongasi Timur Terbesar
Sepanjang Oktober 2025, sejumlah fenomena astronomi akan menghiasi langit malam dan dapat diamati dari berbagai wilayah, asalkan kondisi cuaca mendukung, seperti langit cerah dan minim polusi cahaya.
Beberapa fenomena bahkan bisa dilihat dengan mata telanjang, sementara penggunaan teleskop atau teropong akan membuat pengamatan lebih jelas.
Melansir Antara, Jumat (3/10/2025), berikut rangkuman fenomena astronomi bulan ini berdasarkan informasi dari berbagai sumber.
2 Oktober 2025:Galaksi Andromeda dan Planet Katai Ceres
Pada 2 Oktober 2025, langit malam menampilkan Galaksi Andromeda atau Messier 31 (M31), yang mencapai posisi tertinggi di langit sekitar tengah malam.
Di lokasi dengan langit gelap, galaksi ini dapat terlihat dengan mata telanjang, meski lebih jelas jika menggunakan teropong atau teleskop.
Pada malam yang sama, planet katai Ceres berada dalam posisi berlawanan dengan Matahari sehingga mencapai kecerahan maksimal.
Kedua objek ini berada di titik terbaik untuk diamati menjelang tengah malam.
7 Oktober 2025: Bulan Purnama Hunter’s Moon
Bulan akan mencapai fase purnama pada 7 Oktober 2025, dikenal sebagai Hunter’s Moon. Wajah Bulan tampak bulat penuh dan bersinar terang.
Fenomena ini dapat diamati dengan mata telanjang maupun dengan bantuan teleskop sederhana.
Cahaya Bulan yang terang dapat memengaruhi pengamatan fenomena langit lainnya di sekitarnya.
8 Oktober 2025: Hujan Meteor Draconid
Hujan meteor Draconid akan memuncak pada 8 Oktober 2025.
Meteor tampak berasal dari rasi Draco di langit utara. Puncak hujan meteor ini singkat, tetapi cukup intens.
Fenomena ini lebih mudah diamati dari belahan Bumi utara, tetapi wilayah Indonesia tetap memiliki peluang pengamatan dengan syarat langit cerah.
10 Oktober 2025: Hujan Meteor Taurid Selatan
Pada 10 Oktober, hujan meteor Taurid Selatan mencapai puncaknya.
meteor dari hujan ini bergerak lambat dengan kilatan cahaya terang.
Meskipun jumlah meteor per jam tidak terlalu banyak, Taurid Selatan sering menghasilkan bola api (fireball) yang besar.
11 Oktober 2025: Hujan Meteor Delta Aurigid
Hujan meteor Delta Aurigid akan terlihat pada 11 Oktober 2025. Meteor-meteor ini berasal dari rasi Auriga.
Intensitas hujan meteor tergolong rendah hingga sedang, namun tetap menarik untuk diamati jika langit cerah dan bebas dari polusi cahaya.
18 Oktober 2025: Hujan Meteor Epsilon Geminid
Pada 18 Oktober 2025, hujan meteor Epsilon Geminid akan memuncak. Meteor berasal dari rasi Gemini, yang relatif mudah dikenali di langit malam.
Pengamatan dimulai dari tengah malam hingga fajar, dengan kondisi cahaya Bulan belum terlalu terang sehingga pengamatan lebih optimal.
21 Oktober 2025: Hujan Meteor Orionid
Hujan meteor Orionid, salah satu hujan meteor paling populer, akan mencapai puncaknya pada 21 Oktober 2025.
Meteor ini merupakan sisa debu dari komet Halley.
Orionid memunculkan puluhan meteor per jam dan memancar dari arah rasi Orion yang mudah dikenali.
29 Oktober 2025: Merkurius pada Elongasi Timur Terbesar
Menutup rangkaian fenomena astronomi Oktober 2025, planet Merkurius akan mencapai elongasi timur terbesarnya pada 29 Oktober.
Posisi ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati planet terkecil di Tata Surya, yang terlihat di langit barat setelah Matahari terbenam.