Viral dan Trending, Netizen Malaysia–Indonesia Kompak Lawan Netizen Korea Selatan, Ada Apa?

Meme solidaritas SEAblings
Meme solidaritas SEAblings

Pengguna media sosial tengah ramai membahas perseteruan antara netizen Korea Selatan dengan netizen Indonesia dan Malaysia. Perseteruan ini bahkan memicu gelombang solidaritas 'SEAblings'.

Lalu, bagaimana awal mula permasalahan ini hingga trending? Berdasarkan berbagai sumber di media sosial X, polemik tersebut bermula dari konser grup musik Korea DAY6 yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, akhir pekan lalu. Konser itu diwarnai konflik antara sejumlah penggemar asal Korea Selatan dan fans Malaysia yang ada di sana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa penggemar asal Korea Selatan dilaporkan membawa kamera profesional secara diam-diam, meskipun penyelenggara telah melarang penggunaan kamera profesional di area konser itu. Kehadiran kamera tersebut dinilai mengganggu penonton lain karena menghalangi pandangan mereka.

Sejumlah penggemar yang merasa terganggu kemudian melapor kepada petugas. Fans tersebut diketahui sempat meminta maaf namun sayangnya, beberapa netizen Korea bersuara di media sosial X dan memberikan komentar bahwa kamera profesional menjadi bagian dari budaya K-pop yang harus dimaklumi. Dari sini kemudian permasalahan semakin melebar, netizen Korea tidak hanya membela tindakan fans tersebut, tetapi juga meneruskan komentar yang dianggap merendahkan netizen Asia Tenggara secara umum.

“Beberapa fansite Korea menyusupkan kamera besar ke konser DAY6 di Malaysia, menggangu para penggemar. Kami marah atas atas ketidakhormatan itu, fansite meminta maaf. Tetapi orang Korea marah dan mengatakan kami harus menerima budaya mereka. Mereka mulai bersikap rasis. SEAbling Bersatu untuk melawan balik,” tulis salah satu akun X sambil mengunggah foto-foto wajah penonton asal Korea Selaan yang diduga melanggar peraturan.

“Jika kalian ingin berkecimpung di K-pop, jangan menolak budaya K-pop,” tulis k-netz lainnya dalam cuitannya.

Seret Girl Group Indonesia

Permasalahan ini semakin memanas setelah sejumlah oknum K-netz menyeret girl group asal Indonesia, No Na. Dalam unggahan di akun x, salah satu K-netz mencibir tentang latar belakang video clip No Na yang mengambil latar belakang area persawahan.

“Nggak bisa pinjam set-nya karena nggak punya uang. Foto yang diambil di sawah ini kocak banget, memangnya lagi mau tanam bibit padi atau gimana?,” tulis salah satu k-netz.

Unggahan itu kemudian langsung membuat netizen Indonesia menyerang balik k-netz. Bahkan hingga saat ini, terekam banyak komentar-komentar balasan netizen Indonesia yang dilontarkan di X hingga ramai jadi sorotan pengguna X lainnya.

“artis lu noh apa apa di studio, ga ada alam yang bisa dibanggain?,” sindir netizen Indonesia.

Melihat banyaknya ujaran kebencian, netizen dari berbagai negara Asia Tenggara seperti Thailand hingga Vietnam langsung bersatu membela Indonesia dan Malaysia. Mereka membanjiri media sosial dengan meme peta Asia Tenggara sebagai simbol kekuatan persatuan yang tidak bisa diremehkan oleh pihak luar.

Deretan Perang Komentar Netizen Asia Tenggara vs K-Netz

Perseteruan yang terjadi sejak 11 Februari di lini masa X ini bahkan masih berlangsung ramai hingga berita ini dibuat. Beberapa netizen Indonesia juga memberikan komentar yang dinilai memancing kekesalan k-netze.

Berikut ini beberapa diantaranya yang berhasil terekam. 

“Kenapa ya orang Korea kalo interact sama tweet bahasa Inggris, balesnya pake Korea. Negara maju tapi penduduknya mostly bobrok Inggrisnya,” tulis salah satu netizen Indonesia.

Komentar netizen Indonesia itu kemudian dibalas oleh K-netz. Mereka lagi-lagi mengeluarkan statement bernada penghinaan terhadap Indonesia.

“ngapain make bahasa inggris. gw mah bangga sama bahasa sendiri. Ga kaya kalian yang bangga komunikasi pake bahasa negara yg udah menjajah kalian,” tulis k-netz menggunakan bahasa Korea.

“Speakeu engliseu, pelaseu. I donteu understandeu abouteu whateu you saideu,” balas netizen Indonesia dengan nada memancing.

“Indonesian use at least 3 languages, their mother tongue, Indonesian and English. Bahasa G juga bisa. Lugu ogorangang pagastigi ga pagahagam. B4H45A f35BuK 4p@l@g!,” balas netizen Indonesia lainnya.

“Lucunya, orang-orang Korea yang ada di kolom komentar itu sepertinya nggak sadar kalau mereka menyeret satu negara Asia Tenggara, seluruh kawasan Asia Tenggara bisa ikut bereaksi. Kami memang punya perbedaan, tapi bukan berarti terpecah seperti kawasan Asia Timur. Boleh saja berbeda pendapat, namun pada akhirnya kami tetap saling mendukung seperti saudara,” komentar netizen Filipina.

“Anda tidak akan pernah memahami Asia Tenggara karena tetangga Anda sendiri membenci Anda,” komentar netizen Malaysia.

“Apakah tetanggamu mencintai negaramu? Semakin dekat suatu negara denganmu, semakin buruk hubungannya, dasar bodoh. Hahha,” tulis k-netz.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Malaysia-Indonesia-Singapura dan negara lainnya di Asia Tenggara benar-benar seperti saudara, mereka boleh saja saling sindir atau berdebat, tapi tetap saling membela saat ada pihak luar yang menyerang. Nah, lihat kalian ingin dianggap “saudara” dengan China dan Jepang, tapi malah tidak mendapat respons yang diharapkan. Menyedihkan,” balas netizen Indonesia.