Sosok Jenderal Baret Jingga yang Pimpin Defile HUT ke-80 TNI, Ternyata Bukan Orang Sembarangan
Sorotan publik tertuju pada Marsekal Madya (Marsdya) TNI Deny Muis, sosok jenderal baret jingga yang memimpin defile ribuan pasukan dalam puncak perayaan HUT ke-80 TNI di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu 5 Oktober 2025.
Dengan gagah mengenakan baret oranye khas Korpasgat dan membawa pedang Sabel di tangannya, Deny memimpin jalannya defile dengan penuh wibawa. Momen itu menjadi simbol kekuatan serta kehormatan matra udara, terutama Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) yang kini dipimpinnya.
Dalam kesempatan tersebut, Deny juga menyampaikan laporan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai pelaksanaan defile yang diikuti ribuan prajurit dari tiga matra TNI dan unsur pendukung sipil.
“Lapor, defile siap dimulai!” ujar Deny tegas.
“Laksanakan!” jawab Presiden Prabowo.
Usai seluruh barisan pasukan dan alutsista melintas, Deny kembali melapor dengan sikap hormat, menandai berakhirnya defile megah yang menjadi salah satu puncak acara HUT TNI tahun ini
“Defile telah dilaksanakan, laporan selesai!” katanya.
“Terima kasih. Bubarkan. Kerjakan!” balas Prabowo.
Karier dan Kiprah Deny Muis
Dankopasgat, Marsma TNI Deny Muis
Deny Muis lahir di Makassar pada 26 Agustus 1968 dan merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993. Ia dikenal sebagai perwira tinggi dengan karier cemerlang di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Sebelum menjabat sebagai Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Pangkorpasgat), Deny sempat menempati berbagai posisi strategis seperti Wakil Komandan Paspampres, Inspektur Korpasgat, hingga Wakil Komandan Korpasgat.
Pada 10 Agustus 2025, Deny resmi dilantik sebagai Panglima Korpasgat pertama, setelah satuan Korpasgat mengalami validasi dan peningkatan status organisasi. Satuan elite TNI AU ini memiliki peran penting dalam menjaga dan merebut pangkalan udara, mengamankan operasi lintas udara, serta menghadapi ancaman modern di udara dan darat.
Sebelum memimpin Korpasgat, Deny dikenal luas karena pengabdiannya di satuan elit seperti Detasemen Bravo 90 (2004–2006) dan Paskhas 464/Nanggala (2006–2008). Dari sanalah namanya mulai menonjol sebagai prajurit profesional dengan disiplin tinggi dan dedikasi tanpa cela.
Perjalanan kariernya terus meningkat. Ia dipercaya menjabat berbagai posisi penting seperti Asisten Operasi Dankorpaskhas, Asisten Intelijen, dan Wakil Asisten Pengamanan Danpaspampres. Deny juga sempat bertugas di lingkungan Istana Negara sebagai Komandan Grup B dan C Paspampres (2014–2018), lalu menjadi Wakil Komandan Paspampres (2018–2020).
Dalam defile megah di Monas, Deny memimpin berbagai elemen pasukan: mulai dari Lambang Satuan Berkuda, kelompok drumband, perwira tinggi lintas matra, pasukan sniper, polisi militer TNI, srikandi TNI, hingga satuan elite seperti Kopassus, Kostrad, Marinir, dan Korpasgat sendiri.
Defile alutsista juga tak kalah mencuri perhatian, dengan deretan drone, kendaraan taktis, artileri medan, arhanud, hingga tank kavaleri yang melintas gagah di hadapan Presiden dan warga yang hadir langsung di Monas.