HUT Brimob Ke-80 14 November 2025: Tema, Logo, dan Sejarahnya
Tanggal 14 November 2025 diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Brigade Mobil (Brimob).
Brimob adalah unit tertua di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena menjadi pelopor pembentukan kepolisian nasional pada 1945 dan dikenal dengan sebutan Korps Baret Biru Tua.
Sebagai satuan elite atau pasukan khusus dalam jajaran Polri, Brimob juga tergolong unit paramiliter negara dilihat dari tanggung jawab dan cakupan tugas pokok yang diembannya.
Tema dan Logo HUT Brimob ke-80 2025
Tahun ini, Brimob mengusung tema “Brimob Presisi untuk Masyarakat”.
Tema tersebut menegaskan komitmen satuan elite Polri ini dalam memberikan pelayanan responsif, profesional, dan humanis kepada publik.
Tema “Brimob Presisi untuk Masyarakat” juga menegaskan peran Brimob dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, mulai dari penanggulangan gangguan Kamtibmas hingga kegiatan kemanusiaan yang mendukung masyarakat luas.
Merujuk Tribratanews Gorontalo, Jumat (14/11/2025), tema tersebut sekaligus memperkuat citra Brimob sebagai satuan yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika tugas dan situasi di lapangan.
Logo HUT Brimob ke-80 2025
Logo HUT Brimob tahun ini memuat tulisan “Brimob Presisi untuk Masyarakat”, sementara angka 80 melambangkan kematangan, persatuan, dan optimisme yang diraih selama delapan dekade kiprah Brimob.
Simbol angka 80 juga mencerminkan partisipasi Brimob dalam mengawal perjuangan serta pembangunan Indonesia, menegaskan sejarah panjang dan dedikasi satuan elite ini dalam menjaga negara.
Bagi masyarakat yang ingin melihat logo resmi HUT Brimob, dapat diunduh melalui tautan berikut:
- Logo HUT Brimob 2025.
Sejarah Awal Brimob
Dilansir dari Tribratanews, Korps Brigade Mobil atau Brimob merupakan satuan tertua Polri karena berdiri sejak 1945 dengan nama Tokubetsu Keisatsutai, yang bertugas melucuti senjata Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibu kota.
Brimob dikenal sebagai satuan elite atau pasukan khusus Polri dengan karakter paramiliter dan berperan aktif dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mohammad Yasin.
Pada masa penjajahan Jepang, pasukan ini menerima penghargaan pertama dari Presiden Soekarno berupa Sakanti Yano Utama, menegaskan kontribusi mereka dalam sejarah perjuangan bangsa.
Beralih Jadi Mobrig
Pada 14 November 1946, Perdana Menteri Sutan Sjahrir membentuk Mobile Brigade (Mobrig) menggantikan Pasukan Polisi Istimewa, yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Korps Baret Biru.
Pembentukan Mobrig dimaksudkan sebagai perangkat politik menghadapi tekanan militer dan kudeta, serta berperan sebagai pelindung negara, menjadi satuan yang kemudian kerap menjadi rebutan antara polisi dan militer.
Menghadapi Gerakan Separatis
Pada 1 Agustus 1947, Mobrig dijadikan satuan militer dan terlibat berbagai operasi, termasuk menumpas Peristiwa Madiun 1948, pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Aceh, dan APRA di Bandung tahun 1950.
Mobrig bersama TNI juga menghadapi RMS di Maluku Selatan pada April 1950, PRRI pada 1958, dan pemberontakan di Kalimantan Selatan pada 1953, menegaskan peran Brimob sebagai kekuatan tempur nasional.
Berganti Nama Jadi Brimob
Pada 14 November 1961, Mobrig resmi berubah nama menjadi Korps Brigade Mobil (Brimob) bersamaan dengan diterimanya Pataka Nugraha Sakanti Yana Utama, menandai era baru satuan elite Polri.
Sejak saat itu, Brimob terus mengemban tugas strategis sebagai satuan reaksi cepat, paramiliter, dan penegak hukum yang siap menghadapi berbagai tantangan nasional maupun bencana kemanusiaan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.