Kata-kata Gianni Infantino Usai FIFA Dituding Lakukan Standar Ganda

Israel, Palestina, Norwegia, Gianni Infantino, UEFA, FIFA, Craig Mokhiber, Jibril Rajoub, Lise Klaveness, Victor Montagliani, Kata-kata Gianni Infantino Usai FIFA Dituding Lakukan Standar Ganda

Presiden FIFA, Gianni Infantino, baru-baru ini menegaskan bahwa badan sepak bola dunia tidak bisa sembarangan menjatuhkan sanksi kepada Israel meski mendapat desakan dari berbagai pihak.

Pernyataan ini memicu perdebatan mengenai dugaan standar ganda FIFA dalam menghadapi konflik internasional.

Dalam pernyataannya, Infantino menjelaskan bahwa FIFA tidak memiliki kapasitas untuk menyelesaikan persoalan geopolitik yang kompleks antara pihak-pihak yang berkonflik.

"Pikiran kami bersama mereka yang menderita dalam berbagai konflik yang terjadi di seluruh dunia saat ini," ujar Infantino dikutip dari BBC.

"Pesan terpenting yang dapat disampaikan sepak bola saat ini adalah tentang perdamaian dan persatuan."

Infantino menegaskan, meski FIFA tidak bisa menyelesaikan masalah geopolitik, badan ini tetap memiliki tanggung jawab mempromosikan sepak bola dengan nilai persatuan, pendidikan, budaya, dan kemanusiaan.

Gianni Infantino juga mengapresiasi Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), Jibril Rajoub.

"Saya mengapresiasi Presiden Rajoub dan PFA atas ketahanan mereka pada masa-masa ini," tegasnya

Saya menegaskan kembali komitmen FIFA untuk menggunakan kekuatan sepak bola demi mempersatukan orang-orang di dunia yang terpecah belah."

Dugaan Standar Ganda FIFA

Sikap FIFA dalam kasus Israel mendapat kritik lantaran berbeda perlakuannya dibanding kasus Rusia pada 2022.

Saat itu, UEFA dan FIFA cepat menjatuhkan sanksi setelah invasi ke Ukraina, sedangkan Israel tetap diizinkan berpartisipasi di kompetisi UEFA dan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.

"Jika Rusia dicoret, Israel juga harus dicoret," ujar Ketua Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness.

Sementara Craig Mokhiber, mantan Direktur Komisi Tinggi PBB untuk HAM menyebut mending munafik.

"Ini adalah tingkat kemunafikan dan standar ganda yang mengejutkan," ungkapnya.

Ia menyoroti lambannya FIFA menghadapi Israel meski negara tersebut telah dicap melakukan genosida oleh PBB, berbeda dengan reaksi cepat terhadap Rusia.

Sebelum pernyataan Infantino, wakilnya, Victor Montagliani, menekankan bahwa masalah Israel seharusnya ditangani oleh UEFA mengingat status Israel sebagai anggota UEFA.

"Israel adalah anggota UEFA, dan sama seperti jika saya harus menangani anggota di wilayah saya karena alasan apa pun, itu adalah keputusan mereka," jelas Montagliani.

Israel Tetap Berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Jika FIFA dan UEFA tetap tidak memberlakukan sanksi, timnas Israel akan melanjutkan kiprahnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.

Tim asuhan Ran Ben Shimon dijadwalkan menghadapi Norwegia pada 11 Oktober 2025 dan Italia pada 14 Oktober 2025 di Grup I.

Timnas Israel saat ini mengumpulkan sembilan poin dari lima pertandingan, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Norwegia yang meraih hasil sempurna.