Eks Menpora Malaysia Yakin Ada Agenda Besar di Balik Sanksi FIFA untuk FAM

Malaysia, Timnas Malaysia, Naturalisasi, gabriel arrocha, Eks Menpora Malaysia Yakin Ada Agenda Besar di Balik Sanksi FIFA untuk FAM

Federasi Sepak Bola Malaysia, FAM, terkena sanksi FIFA karena masalah naturalisasi. Eks Menpora Malaysia, Khairy Jamaluddin, melihat ada agenda besar di balik ini.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dianggap FIFA telah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.

Akibatnya, FAM harus membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 7,3 miiar).

Denda juga dijatuhkan kepada tujuh pemain naturalisasi, yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano

Mereka didenda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp 42 juta) dan dilarang melakukan aktivitas sepak bola selama 12 bulan alias setahun.

Sejak pernyataan FIFA keluar per 26 September 2025, Federasi Sepak Bola Malaysia punya waktu 10 hari untuk memberikan penjelasan melalui banding.

Malaysia, Timnas Malaysia, Naturalisasi, gabriel arrocha, Eks Menpora Malaysia Yakin Ada Agenda Besar di Balik Sanksi FIFA untuk FAM

Pemain Timnas Malaysia, Facundo Tomas Garces, menjadi salah satu pemain naturalisasi bermasalah yang turun dalam laga Malaysia vs Vietnam di putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 pada 10 Juni 2025.(Photo by Mohd RASFAN / AFP)

Proses Naturalisasi Diyakini Dilakukan dengan Teliti

Pemerintah Malaysia pun berusaha hadir dan memberikan dukungan kepada FAM.

Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail, menegaskan bahwa setiap keputusan pemberian kewarganegaraan dijalankan sesuai konstitusi dan melewati pemeriksaan ketat.

"Setiap keputusan kewarganegaraan dibuat berdasarkan Pasal 19(1) Konstitusi Federal," ujarnya dilansir dari media Malaysia, New Straits Times.

"Proses naturalisasi dilakukan secara teliti dan berlapis, dokumen lengkap diperiksa, wawancara dilaksanakan, data biometrik diambil, serta verifikasi menyeluruh dilakukan."

"Syarat utama adalah kehadiran pemohon di Malaysia, bukan sekadar mengajukan dari luar negeri. Semua keputusan diambil dengan patuh terhadap hukum," ucapnya menjelaskan.

Pernyataan Saifuddin kemudian disambut oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, yang menuliskan pandangannya melalui media sosial pribadi.

"Menteri Dalam Negeri telah dengan jelas mengatakan proses pemberian kewarganegaraan kepada tujuh pemain dilakukan sesuai dengan konstitusi, hukum, dan setelah pertimbangan matang," tulis Khairy di Instagram Story, Sabtu (27/9/2025).

"Kita seharusnya mendukung proses banding dan bersatu di belakang tim nasional, bukan menebar perpecahan. Ada agenda yang lebih besar melawan Malaysia. Saya yakin soal itu," tuturnya menegaskan.

Pernyataan Sikap AFC

Di sisi lain, AFC selaku organisator sepak bola Asia masih terus memonitor kasus naturalisasi di tubuh Timnas Malaysia.

"AFC menyadari keseriusan masalah ini dan potensi dampaknya terhadap kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan oleh AFC."

"AFC akan melakukan tinjauan mendalam terhadap situasi ini sesuai dengan peraturan yang berlaku setelah proses FIFA selesai sepenuhnya."

"AFC tidak mengomentari investigasi dan/atau proses yang telah selesai dan/atau sedang berlangsung, yang semata-mata berada di bawah kewenangan Komite Disiplin dan Etika AFC," demikian bunyi pernyataan AFC.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.