FAM Didesak Tak Lanjut Banding ke CAS, Tak Cukup Kuat Lawan FIFA
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diminta untuk menerima sanksi FIFA atas pemalsuan dokumen yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi.
Kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi berbuntut panjang usai FIFA menolak banding atas hukuman yang dijatuhkan kepada FAM.
FIFA merilis dokumen terkait keputusan Komite Banding terhadap kasus 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Dokumen sebanyak 64 halaman itu dikeluarkan pada Senin (17/11/2025) berisi sudut pandang Komite Banding FIFA terkait skandal naturalisasi Timnas Malaysia.
Dalam dokumen tersebut, FIFA memastikan banding Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi ditolak.
FIFA mengatakan jika FAM telah menggunakan dokumen yang dipalsukan agar para pemain naturalisasi di atas bisa bermain.
Akibatnya FIFA memberikan denda kepada FAM sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,3M serta kepada pemain yang terlibat sebesar CHF 2.000 atau sekitar Rp41 juta rupiah perorang.
Selain itu, para pemain juga dihukum larangan bermain selama 12 bulan di lingkungan FIFA.
Sia-sia Maju ke CAS
FAM sejatinya berencana mengajukan banding ke tingkat selanjutnya di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Namun, rencana ini mendapat kritik keras dari Sekretaris Jenderal Kelantan FA (KAFA) Husin Deraman.
Husin mengatakan keputusan FAM untuk membawa masalah ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) tidak tepat.
Ia mengatakan alasan FIFA sudah ada, dan membawa kasus ini ke CAS hanya akan semakin merusak kredibilitas FAM.
"Dari segi profesionalisme, saran saya, FAM tidak perlu mengajukan banding karena tidak ada dasar untuk mengajukan banding," ujarnya dikutip dari New Straits Times.
faktanya, tidak ada dasar untuk diajukan ke CAS."
Ia menambahkan bahwa FAM harus melupakan kejadian tersebut dan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran penting untuk masa yang akan datang.
"Standar profesionalisme FIFA dalam menangani masalah yang melibatkan asosiasi anggotanya sangat tinggi. Dalam hal ini, akan lebih baik bagi FAM untuk mematuhi keputusan FIFA," ujarnya.
Timnas Malaysia mencatatkan kemenangan telak 4-0 atas Vietnam pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Rabu (12/6/2025) malam
Terancam Sanksi Lebih Berat
Sebelumnya FIFA menginstruksikan Komite Banding untuk melakukan investigasi dan memastikan semua aspek kesalahan atau konsekuensinya untuk diselidiki secara menyeluruh.
Besar kemungkinan, para pemain akan diberikan sanksi lebih lanjut berdasarkan hasil penyelidikan.
"Penyelidikan ini akan menetapkan keadaan di mana beberapa Pemain berpartisipasi dan apakah sanksi lebih lanjut sesuai," tambah Pasal 303.
Masalah ini kemungkinan besar akan masuk ke ranah pidana termasuk konsekuensi hukum yang berlaku.
Komite Banding menginstruksikan sekretariat untuk mengambil langkah lebih lanjut termasuk melibatkan otoritas pidana di negara asal pemain naturalisasai tersebut.
"Akhirnya, mengingat sifat dan beratnya pelanggaran, terutama pemalsuan dokumen resmi, Komite mengarahkan Sekretariat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memberi tahu otoritas pidana yang berwenang di Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia," tulis Pasal 304.
"Pemalsuan merupakan tindak pidana di yurisdiksi ini, dan sangat penting bagi otoritas terkait untuk diberitahu agar investigasi dan proses pidana yang sesuai dapat dilakukan," tutup Pasal 304.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.