Heboh Video Viral Wahyudin Moridu: DPRD Gorontalo Segera Panggil Teman Wanita

DPRD, Gorontalo, anggota DPRD, DPRD Gorontalo, Wahyudin Moridu, Heboh Video Viral Wahyudin Moridu: DPRD Gorontalo Segera Panggil Teman Wanita

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi PDI Perjuangan, Wahyudin Moridu, menjadi sorotan publik setelah sebuah video pribadinya viral di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Wahyudin terlihat mengemudi mobil menuju Bandara Djalaluddin Tantu bersama seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui. Video singkat ini direkam oleh perempuan yang duduk di kursi penumpang.

"Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini kan. Kita habiskan aja, biar negara ini semakin miskin," kata Wahyudin sambil menyetir mobil, dalam nada bercanda.

Selain itu, Wahyudin juga berseloroh bahwa perjalanannya ke Makassar dilakukan bersama selingkuhannya, yang dalam bahasa Melayu Manado disebut "hugel".

"Wahyudin Moridu anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang nanti 2031 berhenti. Masih lama," ujarnya lagi disambut tawa dalam video yang langsung menyebar luas di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Kekayaan Wahyudin Moridu

Sebagai pejabat negara, Wahyudin wajib melaporkan kekayaannya ke LHKPN KPK. Dalam laporan terakhir per 31 Desember 2024, ia tercatat memiliki aset Rp 198 juta, meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 180 juta di Boalemo yang merupakan tanah warisan.

Selain itu, ia memiliki kas dan setara kas Rp 18 juta. Namun, ia juga memiliki utang Rp 200 juta, sehingga harta kekayaan bersihnya minus Rp 2 juta. Wahyudin saat ini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD Gorontalo dan merupakan salah satu anggota legislatif termuda di provinsi itu, lahir pada 1995. Ia terpilih pada Pileg 2024 mewakili Boalemo dan Pohuwato.

BK DPRD Gorontalo Turun Tangan

Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo segera memanggil teman wanita Wahyudin yang merekam dan menyebarkan video viral tersebut.

Ketua BK, Fikram Salilama, mengatakan bahwa Wahyudin mengaku tidak mengetahui bahwa perilakunya sedang direkam.

"Tidak menutup kemungkinan wanita tersebut juga kami panggil untuk dimintai keterangan, terkait apa maksud dan tujuannya merekam dan menyebarkan video tersebut," ujarnya, Jumat, dikutip Antara (20/9/2025).  

Wahyudin mengaku berada di video dalam pengaruh minuman beralkohol.

Ia mengetahui video viral tersebut pada Jumat (19/9/2025) sore, kemudian membuat klarifikasi dan permohonan maaf melalui akun Facebook, didampingi istrinya.

Peristiwa dalam video itu terjadi pada Juli 2025, ketika Wahyudin sedang bersama teman wanita dan hendak bepergian keluar daerah.

Ia mengakui bahwa kata-kata dalam video tidak pantas karena kondisinya saat itu mabuk.

Menurut Wahyudin, wanita tersebut adalah teman spesial yang kecewa karena meminta dinikahi, namun ditolak olehnya.

Akibat kekecewaan itu, wanita tersebut menyebarkan video ke publik melalui media sosial.

Proses Penanganan BK DPRD

BK DPRD menyatakan akan menangani kasus ini secara serius, sesuai kode etik dan peraturan yang berlaku.

Rapat internal akan digelar pekan depan, diikuti sidang dan rapat paripurna DPRD untuk menentukan keputusan akhir.

"Kami selaku Badan Kehormatan akan serius menangani persoalan ini secepatnya sampai selesai," kata Fikram Salilama.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.