Sosok Sopir Albahri, Pengemudi Bus Pariwisata RS Bina Sehat Jember yang Alami Kecelakaan Maut

jember, Probolinggo, RS Bina Sehat, kecelakaan Bromo, RS Bina Sehat Jember, kecelakaan bus di bromo, Sosok Sopir Albahri, Pengemudi Bus Pariwisata RS Bina Sehat Jember yang Alami Kecelakaan Maut

Kecelakaan maut menimpa rombongan wisatawan dari Rumah Sakit (RS) Bina Sehat Jember saat perjalanan pulang dari kawasan Gunung Bromo, Minggu (14/9/2025).

Bus pariwisata PO INDS’88 Trans yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di ruas Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur.

Tragedi ini menewaskan 8 orang penumpang, sementara 44 orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban langsung dievakuasi ke RS M Saleh Probolinggo serta sejumlah puskesmas terdekat, sebelum kemudian dibawa pulang ke Jember dengan menggunakan iring-iringan 23 ambulans.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur Kombes Iwan Saktiadi menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kecelakaan bus pariwisata ini.

“Masih terlalu dini, karena langkah-langkah kami selanjutnya akan melibatkan pihak lain. Kami hadirkan mekanik, ahli secara teknis dari tipe atau jenis kendaraan,” ujar Iwan Saktiadi dikutip dari tayangan Kompas TV, Minggu (14/9/2025) malam.

Menurut Iwan, penyidikan akan dilakukan secara mendalam dengan scientific crime investigation. Pemeriksaan mencakup sistem pengereman, suspensi, hingga sistem kemudi bus.

“Kami juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan metode traffic accident analysis (TAA) di 10 titik,” tambahnya.

Sopir Bus Akui Rem Blong

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kecelakaan bus pariwisata di Probolinggo tersebut. Namun, sopir bus bernama Albahri (57) mengaku kendaraan yang dikemudikannya mengalami rem blong sejak melintas di wilayah Jatian, Desa Boto.

“Sampai di Jatian itu rem sudah tidak enak, akhirnya saya ke pinggir pelan-pelan. Malah sama pengendara di belakang saya itu sampai diklakson,” kata Albahri.

Ia juga sempat memberi tahu kondekturnya mengenai kondisi bus. “Sudah kerasa tidak enak, jadi saya langsung suruh Melo (kondektur) ke belakang dan bilang kalau rem blong,” ujarnya.

Albahri mengungkapkan, saat bus melewati jalan menanjak dan menikung, ia memilih membanting setir ke kanan karena jalur kiri dipadati kendaraan. “Rem blong itu sudah dari Jatian. Hand brake juga saya fungsikan tapi tidak bisa. Saya juga sudah pasrah,” ucapnya.

Seorang warga, Suryadi, mengaku sempat mendengar suara seperti ledakan sebanyak dua kali sebelum bus pariwisata itu menabrak pembatas jalan.

“Suara pertama seperti ledakan biasa, dan suara kedua seperti benturan ke tembok. Setelah dicek, baru tahu ada kecelakaan,” ungkap Suryadi.

Bus sempat menghantam pembatas jalan hingga akhirnya menabrak sebuah sepeda motor milik kurir paket. Sejumlah penumpang pun terlempar keluar dari bus akibat benturan keras.

Satu Keluarga Meninggal Bersama

Dari delapan korban meninggal, terdapat satu keluarga asal Jember yang turut menjadi korban. Mereka adalah Hendra Pratama (37), istrinya Wardatus Soleha (35), dan putri mereka Aiza Fahrani Agustin (7).

Hendra dan Wardatus tercatat sebagai pegawai RS Bina Sehat Jember yang bekerja di bagian customer service. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Kaliwates, Jember.

Selain itu, korban lain adalah Hesti Purba Wredhamaya (39), seorang ahli gizi di RS Bina Sehat Jember; Arti Wibowati (34), perawat hemodialisis RS Bina Sehat; Nasha Azkiya Naygara (14); Desi Eka Agustini (33); dan Desi P.

Direktur RS Bina Sehat Jember, dr Faida, mengungkapkan duka mendalam atas musibah ini.

“Kebanyakan yang ikut pergi adalah pasangan atau keluarga. Mereka ingin berlibur bersama ke Bromo, tetapi musibah terjadi,” kata Faida.

Tim Gakkum Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Probolinggo juga menggunakan alat 3D Scanner untuk merekonstruksi kecelakaan.

“Ada 10 titik lokasi yang di-scan untuk mengetahui kecepatan bus saat kejadian, serta penyebab pastinya,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah.

Menurut Septa, hasil investigasi diperkirakan keluar dalam tiga hari ke depan.

Kombes Iwan Saktiadi menegaskan bahwa lokasi kecelakaan bus pariwisata di Probolinggo ini bukanlah jalur rawan kecelakaan atau black spot.

“Ini bukan titik yang memiliki rekam jejak kecelakaan tinggi. Ini kasuistik pada kecelakaan ini,” tegasnya.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.