Kontroversi Kepemimpinan Gus Yahya, PBNU Desak Mundur dalam Tiga Hari
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini tengah dihadapkan pada situasi yang memanas setelah isu pemakzulan Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mencuat.
Isu ini mengejutkan warga NU yang sebelumnya telah mengenal Gus Yahya sebagai sosok yang memimpin organisasi besar ini.
Munculnya kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan Gus Yahya, dianggap kontroversial, bahkan berpotensi merusak nama besar NU.
Dokumen risalah rapat yang digelar pada Kamis, 20 November 2025, beredar luas.
Rapat Harian Syuriyah PBNU di Hotel Aston City Jakarta itu menghasilkan sejumlah keputusan penting yang mengarah pada pengelolaan kelembagaan dan dinamika internal organisasi.
Kontroversi Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU)
Dilansir dari Wartakotalive.com (22/11/2025),rapat Syuriyah PBNU yang dipimpin Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, membahas beberapa isu penting, termasuk pemanggilan narasumber kontroversial, Peter Berkowitz, pada kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU).
Berkowitz yang dikenal sebagai tokoh yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah dan Maqashidul Qanun Asasi NU.
Pelaksanaan AKN NU tidak sesuai dengan Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2025, terutama terkait prosedur pemberhentian dan penggantian fungsionaris.
Tak hanya itu, Syuriyah PBNU juga menyoroti tata kelola keuangan organisasi yang dinilai perlu ditinjau ulang agar sesuai dengan hukum syara’, regulasi negara, dan Anggaran Rumah Tangga NU.
Tuntutan Pengunduran Diri Gus Yahya
Berdasarkan hasil pembahasan tersebut, Syuriyah PBNU mengambil keputusan final untuk meminta Gus Yahya mengundurkan diri dalam waktu tiga hari sejak keputusan itu diterbitkan.
Jika tidak ada pernyataan pengunduran diri, maka keputusan tersebut akan mengarah pada pemberhentian Gus Yahya dari jabatan Ketua Umum PBNU.
Sebelumnya, pada 28 Agustus 2025, Gus Yahya telah meminta maaf kepada publik terkait pemanggilan Peter Berkowitz sebagai narasumber.
Meskipun demikian, isu pemakzulan ini kembali mencuat dan menambah ketegangan di internal NU.
Imbauan dari Gus Ipul: Menjaga Ketahanan Internal NU
Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengimbau pengurus dan warga NU di semua tingkatan untuk tetap tenang dan menjaga suasana kondusif.
"Saya minta semua pengurus dan warga NU tetap tenang, tidak terbawa kabar yang berpotensi menyesatkan, dan tidak memperbesar kesalahpahaman," kata Gus Ipul dalam keterangannya pada Jumat (21/11/2025).
Gus Ipul juga meminta agar pengurus NU di berbagai tingkatan tetap berkonsolidasi dan menjaga ukhuwah. Ia menegaskan agar pengurus NU mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan oleh jajaran Syuriah PBNU.
Cak Imin: Menunggu Proses Internal NU
Terkait dinamika internal NU, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), angkat bicara. Ia menegaskan bahwa PKB tidak akan mencampuri urusan internal NU.
"Kita tunggu saja, biarkan proses internal mereka berlangsung," ujar Cak Imin setelah apel pelantikan Panji Bangsa di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu, (22/11/2025), dikutip dari Tribunnews.
Cak Imin berharap apapun keputusan yang diambil oleh PBNU dapat menjadi keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Wartakotalive dengan judul: PBNU Gonjang-ganjing Diterpa Isu Pemakzulan, Ini Profil Gus Yahya yang Terancam Dilengserkan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.