Pemerintah Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

Bahlil Lahadalia, Pertalite, Pertamax, harga BBM, Pemerintah Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG subsidi tidak mengalami kenaikan meski harga sejumlah BBM non-subsidi telah disesuaikan mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah sengaja mempertahankan harga energi bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang masih berlangsung.

Bahlil Lahadalia, Pertalite, Pertamax, harga BBM, Pemerintah Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026 yakni harga Pertamax (RON 92) dari Rp11.800 per liter menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 per liter menjadi Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter, Dexlite dari Rp13.250 per liter menjadi Rp14.200 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.

"Harga BBM untuk bersubsidi (Pertalite dan Solar) maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Sementara harga yang non-subsidi menyesuaikan dengan harga pasar yang ada," kata Bahlil dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak kenaikan harga energi global.

"Pemerintah sedang menggodok berbagai langkah untuk menjaga daya beli masyarakat. Karena itu BBM subsidi tidak kita naikkan sama sekali, sedangkan yang lainnya dilakukan penyesuaian," ujar Bahlil.

Kenaikan Harga Pertamax

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah BBM non-subsidi, termasuk Pertamax yang kini dijual Rp 16.250 per liter di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Penyesuaian dilakukan menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipengaruhi situasi geopolitik internasional.

Selain membahas stabilitas harga energi, Bahlil mengatakan Prabowo juga memberikan arahan untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber energi alternatif.

Bahlil Lahadalia, Pertalite, Pertamax, harga BBM, Pemerintah Pastikan Harga Pertalite Tidak Naik

Potret antrean kendaraan roda dua di jalur pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU Gunung Guntur, Balikpapan Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (11/6/2026).

Salah satu program yang menjadi fokus pemerintah adalah percepatan peralihan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) guna mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

"Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif. Sekarang fokus kita percepatan peralihan LPG ke CNG," kata Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas pendataan sektor pertambangan serta kesiapan pasokan energi nasional, baik dari sisi kelistrikan maupun ketersediaan BBM.

Berikut harga BBM Pertamina untuk wilayah Jabodetabek Juni 2026:

  • Solar Subsidi (Biosolar): Rp 6.800 per liter
  • Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter (sebelumnya Rp 12.300 per liter)
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 17.000 per liter (sebelumnya Rp 12.900 per liter)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 20.750 per liter
  • Dexlite (CN51): Rp 23.000 per liter
  • Pertamina Dex (CN53): Rp 24.800 liter
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang