Pantauan Harga Telur Jelang Nataru 2025/2026, Bapanas Pastikan Stok Aman

harga telur, ketersediaan telur, Nataru 2025/2026, komoditas pangan, Natal dan Tahun Baru, Pantauan Harga Telur Jelang Nataru 2025/2026, Bapanas Pastikan Stok Aman, Kebutuhan telur meningkat jelang Nataru, Proyeksi produksi dan ketersediaan telur Desember 2025, Pemerintah siapkan mitigasi distribusi, Perkembangan Harga Telur Nasional

Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026), telur sering kali mengalami peningkatan permintaan sekaligus lonjakan harga karena kurangnya ketersediaan.

Bagaimana dengan tahun ini? Kelangkaan dan lonjakan harga telur mungkin yang diantisipasi oleh banyak orang.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan telur ayam ras secara nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat menjelang Nataru 2025/2026.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan bahwa telur ayam menjadi salah satu komoditas pangan prioritas yang terus dijaga pasokannya selama periode libur akhir tahun.

"Secara ketersediaan, kita aman dan cukup. Memang di perayaan hari besar keagamaan nasional, biasanya ada peningkatan kebutuhan bahan pangan," kata Maino di Jakarta, Senin (15/12/2025), seperti dikutip Antara.

Kebutuhan telur meningkat jelang Nataru

Bapanas mencatat adanya potensi peningkatan konsumsi telur ayam ras selama Natal dan Tahun Baru, utamanya karena aktivitas rumah tangga, seperti pembuatan kue dan peningkatan kegiatan konsumsi saat libur sekolah.

"Kalau bicara Natal dan tahun baru mungkin yang perlu kita perhatikan, sebagian besar masyarakat membuat kue, sehingga telur menjadi komoditas yang dibeli oleh masyarakat, sehingga ini menjadi perhatian kita. Tapi sekali lagi, ketersediaan kita cukup," jelas Maino.

Ia menambahkan bahwa momentum libur sekolah turut mendorong kenaikan konsumsi pangan, meskipun lonjakannya tidak setinggi saat Ramadan dan Idul Fitri.

"Apalagi ini masuk liburan sekolah juga. Nah, tentunya salah satu peningkatan kebutuhan pangan juga karena masyarakat melaksanakan liburan," tambahnya.

Proyeksi produksi dan ketersediaan telur Desember 2025

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Telur Ayam Ras yang disusun Bapanas bersama pemangku kepentingan terkait, produksi telur ayam ras pada Desember 2025 diperkirakan mencapai 544,4 ribu ton.

Sehingga, total ketersediaan telur ayam ras pada Desember 2025 diproyeksikan mencapai 655,5 ribu ton, setelah ditambahkan carry over stok November sebesar 111,1 ribu ton.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi telur ayam ras pada Desember 2025 diperkirakan meningkat 7,9 persen menjadi 581 ribu ton, dibandingkan November yang tercatat 538,3 ribu ton.

Proyeksi kebutuhan tersebut mencakup konsumsi rumah tangga, nonrumah tangga, serta kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Bapanas juga memproyeksikan stok akhir tahun telur ayam ras nasional pada 2025 akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Stok akhir tahun 2025 diperkirakan mencapai 74,5 ribu ton, meningkat 154,2 persen dibandingkan stok akhir tahun 2024 yang berada di angka 29,3 ribu ton.

"Tentunya saya yakin semua pemerintah daerah sudah memastikan itu, mengecek kondisi ketersediaan pangan di masing-masing wilayah, dan memastikan bahwa stok atau pasokan tercukupi untuk masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru ini," kata Maino.

Pemerintah siapkan mitigasi distribusi

Untuk menjaga stabilitas harga telur selama Nataru 2025/2026, pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi, termasuk bantuan distribusi dari daerah sentra produksi ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

"Ini sesuai dengan arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman agar pangan tersedia, cukup, dan harganya terjangkau tentunya," kata Maino.

Perkembangan Harga Telur Nasional

Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, rata-rata harga telur ayam ras nasional per 14 Desember tercatat sebesar Rp 31.457 per kilogram.

Harga tersebut berada 4,86 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.

"Sampai minggu kedua Desember, jumlah daerah yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ada 65 kabupaten/kota," pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang