Tarif Transjabodetabek Bakal Naik, Begini Reaksi Warganet!

Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M siap berangkat.
Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M siap berangkat.

 Kabar mengenai rencana kenaikan tarif layanan Transjabodetabek menjadi perbincangan hangat di media sosial. Setelah bertahun-tahun masyarakat menikmati tarif yang relatif terjangkau, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah menyiapkan skema tarif baru yang disesuaikan dengan jarak perjalanan dan karakteristik layanan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa tarif Transjabodetabek tidak akan lagi dipatok sebesar Rp3.500 ribu untuk seluruh rute. Menurutnya, ada sejumlah layanan dengan jarak tempuh yang sangat panjang sehingga tarif lama dinilai sudah tidak lagi relevan.

Salah satu contoh yang disorot adalah rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pramono menilai tidak masuk akal apabila perjalanan dengan jarak yang cukup jauh tersebut dikenakan tarif yang sama dengan rute-rute perkotaan lainnya. Karena itu, pemerintah sedang mematangkan keputusan terkait besaran tarif baru yang akan diberlakukan dalam waktu dekat.

Meski demikian, Pemprov DKI memastikan bahwa penyesuaian tarif tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga menegaskan bahwa fungsi utama Transjabodetabek sebagai layanan transportasi publik tetap menjadi prioritas sehingga tarif yang ditetapkan diharapkan tetap ramah bagi pengguna.

"Waktu itu saya juga menyampaikan, enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp3.500 karena naik Damri, naik yang lain, itu sudah rata-rata di atas Rp100.000," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Kabar kenaikan tarif ini langsung memancing beragam komentar dari masyarakat di media sosial.

Sebagian pengguna mengaku memahami alasan pemerintah melakukan penyesuaian tarif, terutama untuk rute-rute jarak jauh yang membutuhkan biaya operasional lebih besar. Menurut mereka, kenaikan tarif masih dapat diterima selama kualitas layanan terus ditingkatkan, mulai dari ketepatan waktu, kenyamanan armada, hingga jumlah unit yang beroperasi.

"Wajar saja untuk ke rute tertentu, ya di susaikan saja sama jarak," tulis komentar warganet dalam unggahan yang membahas topik ini.

Namun, tidak sedikit pula yang menyuarakan kekhawatiran. Mereka berharap kenaikan tarif tidak terlalu tinggi agar transportasi umum tetap menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya pekerja yang setiap hari mengandalkan Transjabodetabek untuk beraktivitas.

"Kenapa mesti naik, sekarang naiknya di saat ekonomi sedang tidak baik-baik saja," timpal warganet lainnya.

Seperti diketahui, Transjakarta mengoperasikan rute Transjabodetabek baru, yaitu rute SH2: Blok M - Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TransJabodetabek P11 Rute Blok M-Bogor

TransJabodetabek P11 Rute Blok M-Bogor

Pemprov DKI berencana membahas tarif rute tersebut ke depannya dengan kisaran Rp10 ribu atau Rp15 ribu. Namun, Pramono akan memutuskan tarifnya setelah rute tersebut beroperasi selama tiga bulan.