Tarif Transjabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta Segera Naik? Pramono Siapkan Penyesuaian Sejumlah Rute Bulan Ini

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung., Beban Subsidi Jadi Alasan Utama, Rute Bandara Soekarno-Hatta Jadi Sorotan, Tarif Baru Berpotensi Rp10 Ribu hingga Rp15 Ribu, Penyesuaian Tarif untuk Menjaga Keberlanjutan Layanan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan penyesuaian tarif pada sejumlah rute Transjabodetabek dalam waktu dekat. Salah satu rute yang masuk dalam pembahasan adalah layanan Transjabodetabek SH2 yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pramono mengatakan keputusan mengenai penyesuaian tarif tersebut ditargetkan akan diambil dalam bulan ini. Kebijakan itu tidak hanya berlaku untuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga beberapa rute Transjabodetabek lainnya yang dinilai memerlukan evaluasi tarif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat.

Beban Subsidi Jadi Alasan Utama

Menurut Pramono, penyesuaian tarif perlu dilakukan karena beban subsidi yang saat ini ditanggung pemerintah daerah dinilai terlalu besar.

Sejak layanan Transjabodetabek diperluas hingga wilayah penyangga Jakarta, Pemprov DKI terus memberikan dukungan subsidi agar tarif tetap terjangkau bagi masyarakat. Namun, untuk sejumlah rute tertentu, biaya operasional yang harus ditanggung pemerintah dinilai cukup tinggi sehingga perlu dilakukan evaluasi.

Karena itu, pemerintah daerah kini tengah mengkaji besaran tarif yang dianggap ideal agar layanan tetap berjalan optimal tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.

Meski demikian, Pramono belum mengungkapkan secara rinci rute-rute mana saja yang akan mengalami penyesuaian tarif selain layanan Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Rute Bandara Soekarno-Hatta Jadi Sorotan

Rute Transjabodetabek SH2 Blok M-Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu layanan yang paling banyak mendapat perhatian sejak diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta pada 12 Maret 2026.

Layanan ini hadir sebagai alternatif transportasi publik bagi masyarakat yang ingin bepergian dari pusat Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta maupun sebaliknya dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding moda transportasi lainnya.

Sejak awal peluncuran, Pramono memang telah menyampaikan bahwa tarif layanan tersebut akan dievaluasi setelah beroperasi selama tiga bulan. Evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat okupansi penumpang sekaligus menghitung kembali besaran subsidi yang diberikan pemerintah.

Dengan masa operasional yang kini mendekati tiga bulan, pembahasan mengenai tarif baru mulai memasuki tahap pengambilan keputusan.

Tarif Baru Berpotensi Rp10 Ribu hingga Rp15 Ribu

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengungkapkan kemungkinan penyesuaian tarif untuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.

Meski demikian, angka final masih menunggu hasil evaluasi dan keputusan resmi dari pemerintah daerah.

Pramono menegaskan terdapat sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan tarif baru layanan tersebut.

Selain karena jarak tempuh yang panjang, armada yang digunakan untuk melayani rute bandara juga merupakan bus baru yang disiapkan secara khusus untuk kebutuhan perjalanan menuju kawasan bandara.

Tidak hanya itu, biaya operasional yang harus ditanggung operator juga relatif lebih tinggi dibandingkan rute reguler lainnya.

“Pertama, karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan, dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu nggak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” ujar Pramono.

Penyesuaian Tarif untuk Menjaga Keberlanjutan Layanan

Rencana penyesuaian tarif ini menunjukkan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga keseimbangan antara kualitas layanan transportasi publik dan keberlanjutan pembiayaan operasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan layanan Transjabodetabek terus diperluas untuk menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, Depok, dan Bogor. Perluasan jaringan tersebut membuat kebutuhan subsidi transportasi juga semakin meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, evaluasi tarif dinilai menjadi langkah yang diperlukan agar layanan tetap dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap anggaran daerah.

Hingga kini, Pemprov DKI Jakarta masih menyusun kajian akhir terkait besaran tarif baru yang akan diterapkan. Keputusan resmi mengenai tarif Transjabodetabek, termasuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, diperkirakan akan diumumkan dalam waktu dekat setelah proses evaluasi selesai dilakukan.