Soliditas NU Bengkulu, Gus Salam: Teladan Khidmah Demi Kemashlahatan Umat
KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam berkunjung ke PWNU dan PCNU se-Bengkulu pada Sabtu, 6 Juni 2026. Ia menilai masyarakat Bengkulu dikenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, kerukunan dan kebersamaan. Tak hanya itu, Gus Salam mengatakan filosofi dan semboyan hidup masyarakat Bengkulu sederhana, namun sarat makna.
Gus Salam bersilaturahmi kepada Katib PWNU Bengkulu, KH. Aly Shodiq, kemudian bertemu Rais dan Ketua PWNU Bengkulu, KH. Hasbullah Achmad dan KH. Khairudin Wahid.
Gus Salam mengungkapkan rasa senang bisa berkunjung ke Bengkulu. Ia ingin merasakan kehangatan bertemu dengan saudara-saudara pengurus NU se-provinsi Bengkulu.
“Tadi sudah dijamu makan KH Ali Shodiq Ahmad, Katib PWNU, di kediaman beliau. Luar biasa, kehormatan bagi kami bisa makan bersama keluarga beliau di pesantren Hidayatul Qomariyah,” kata Gus Salam dikutip Senin, 8 Juni 2026.
Gus Salam menyampaikan apresiasinya terhadap semangat pengurus NU se-Bengkulu. Antusias kehadiran dari pengurus terjauh seperti PCNU Mukomuko menunjukkan perjuangan mengurus jam’iyyah NU disertai pengorbanan lahir-batin.
“Semangat dan komitmen berkhidmah NU untuk memajukan pelayanan kepada nahdliyyin dan masyarakat, sangat tinggi. Disamping itu, Bengkulu secara geografis, berada di sepanjang bukit Barisan dan Samudera Hindia menjadi potensi yang sangat besar untuk dikelola,” katanya.
Sementara, KH Mabrursyah dari Rejang Lebong, menyayangkan banyaknya pengurus oleh PBNU. Kondisi seperti itu, menurutnya, tidak membawa keteduhan berorganisasi, dan membatasi nalar kritis berjam’iyyah.
Isu politik dan tambang oleh PBNU yang tidak membawa kemashlahatan umat, juga muncul. KH. Syafrullah dari PCNU Kepahiyang menyoroti upaya pelemahan NU, terus terjadi. Untuk itu, ia berpandangan bahwa NU ke depan butuh pemimpin yang benar-benar tulus berkhidmah, bukan berorientasi dan terjebak pragmatisme politik.
Merespon tanggapan dari beberapa PCNU, Gus Salam memahami keresahan dan harapan mereka. Dan itu tidak hanya dirasakan dan menjadi harapan nahdliyyin di Bengkulu, tapi hampir semua nahdliyyin di berbagai daerah.
“Karenanya, kekompakan dan soliditas NU Bengkulu, bisa menjadi pelopor. Dari Bengkulu untuk PBNU baru yang solid, berintegritas dan tulus melayani demi kemashlahatan umat, masyarakat dan bernegara-bangsa,” pungkas Gus Salam.