Gempuran AI Tak Terbendung, tapi Bukan Berarti Enggak Ada Peluang
Di era AI dan otomatisasi, hospitality tetap membutuhkan sentuhan manusia melalui human-centered service excellence. Namun, pada saat yang sama, industri juga menuntut talenta yang mampu mengelola teknologi sekaligus memahami pentingnya keberlanjutan sebagai standar global baru.
Akan tetapi, di balik perubahan tersebut, peluang industri justru terus bertumbuh. Hospitality kini tidak lagi dipahami semata sebagai industri perhotelan konvensional, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem luas yang mencakup pariwisata, event, food and beverage, luxury service, travel business, hingga entrepreneurship berbasis pengalaman (experience economy).
Transformasi tersebut juga mendorong perubahan signifikan terhadap kebutuhan talenta di dalamnya. Industri saat ini membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kemampuan operasional, tetapi juga business acumen, digital capability, serta pemahaman kuat terhadap sustainability, mulai dari green hospitality, responsible tourism, hingga strategi bisnis yang berorientasi keberlanjutan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Binus University melalui Program Studi Hotel Management dan Program Business Hotel Management, menegaskan perannya dalam menyiapkan talenta hospitality yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap beradaptasi dan berkembang di industri yang terus berubah.
Program ini dirancang dengan pendekatan berbasis industri global melalui Global Hotel Simulation, kolaborasi proyek nyata dengan mitra industri, international exposure, serta peluang sertifikasi profesional.
Mahasiswa tidak hanya dilatih dalam service excellence, tetapi juga dibekali pemahaman mendalam mengenai operasional hotel modern yang kini semakin terintegrasi dengan prinsip efisiensi dan keberlanjutan.
Sementara itu, Program Business Hotel Management menghadirkan pendekatan yang lebih strategis dengan fokus pada entrepreneurship, digital hospitality, dan business innovation.
Program ini secara khusus mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi pelaku industri yang mampu membaca peluang, membangun bisnis, serta mengintegrasikan prinsip sustainable business practices dalam setiap keputusan bisnis yang diambil. Pendekatan kedua program itu menjadi semakin krusial di tengah pergeseran industri.
Komitmen Binus University juga diperkuat melalui kolaborasi erat dengan berbagai mitra industri, yang memberikan mahasiswa pengalaman langsung melalui real project, mentoring oleh praktisi, hingga internship di berbagai sektor hospitality.
Ekosistem industri yang relevan mencakup jaringan hotel dan hospitality terkemuka seperti Artotel Group, Mandarin Oriental Hotel Group, JW Marriott, InterContinental Hotels Group, Pullman Hotels and Resorts, serta Hyatt Hotels Corporation.
“Kombinasi antara service excellence, business mindset, digital capability, dan sustainability awareness menjadi pondasi utama dalam proses pembelajaran. Kami ingin lulusan Binus tidak hanya kompeten secara teknis tapi juga memiliki perspektif strategis dan tanggung jawab terhadap masa depan industri yang lebih berkelanjutan,” kata Dean Faculty of Digital Communication, Hotel and Tourism, Binus University, Yanti, Rabu, 6 Mei 2026.