Permintaan Pengiriman Wisatawan Melonjak, Peluang Usaha Agen Lion Parcel Merebak di Bali
Para wisatawan atau turis kerap menghadapi tantangan saat kembali pulang ke negaranya. Mulai dari koper yang penuh oleh-oleh, biaya tambahan bagasi pesawat yang tidak sedikit, hingga kerepotan membawa banyak barang selama perjalanan.
Chief Retail Officer Lion Parcel, Febri Andika menyampaikan, logistik kini menjadi bagian yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk sektor pariwisata.
Menurutnya, mobilitas wisatawan yang tinggi turut menciptakan kebutuhan pengiriman yang terus meningkat.
"Kami melihat hal ini bukan hanya menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang memudahkan pelanggan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui kemitraan agen Lion Parcel,” kata Febri dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.
[dok. Humas Lion Parcel]
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lion Parcel menghadirkan jaringan agen di berbagai daerah termasuk di Bali, sebagai garda terdepan dan titik akses layanan bagi pelanggan. Kehadiran agen ini memudahkan wisatawan dalam mengakses layanan logistik secara lebih dekat dan praktis.
Di sisi lain, keberadaan agen juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan ini, Lion Parcel mendorong tumbuhnya usaha lokal yang dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengiriman.
"Khususnya di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi,” ujarnya.
Di tengah tantangan tersebut, layanan logistik menjadi solusi praktis yang semakin dimanfaatkan wisatawan. Hal ini dirasakan langsung oleh Muhammad Ekhsan, salah satu agen Lion Parcel di Bali yang sehari-hari melayani kebutuhan pengiriman wisatawan untuk membantu mempermudah perjalanan pulang mereka.
“Saat musim liburan atau long weekend, permintaan pengiriman meningkat signifikan," kata Ekhsan.
Dia mengakui, banyak wisatawan memilih kirim barang seperti oleh-oleh atau pakaian liburan, karena lebih praktis dan hemat. Sebagai contoh, tarif pengiriman Lion Parcel rute Denpasar–Jakarta mulai dari Rp 7.000-Rp 37.000 per kilogram, tergantung layanan pengiriman yang dipilih.
"Dari situ saya melihat kebutuhan logistik di kawasan wisata memang sangat besar dan terus berulang. Destinasi pengiriman wisatawan domestik pun beragam, termasuk Medan dan Makassar sebagai dua kota destinasi tertinggi,” ujarnya.