Tegas! Iran Ancam Pasang Ranjau Laut di Teluk Persia Jika AS Lakukan Hal Ini

VIVA Militer: Kapal induk USS Carl Vinson (CVN-70) militer Amerika Serikat
VIVA Militer: Kapal induk USS Carl Vinson (CVN-70) militer Amerika Serikat

Langkah ekstrem ini diambil jika Amerika Serikat (AS) membandel dengan melancarkan serangan ke wilayah pesisir atau pulau-pulau strategisnya. Jika Iran benar 'memasan' peledak maka berisiko besar mengganggu distribusi minyak dunia. 

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setiap upaya untuk menyerang pantai atau pulau-pulau Iran akan menyebabkan seluruh jalur akses di Teluk dipasangi berbagai jenis ranjau laut, termasuk ranjau terapung yang dapat dilepaskan dari garis pantai,” demikian pernyataan Dewan Pertahanan Iran dikutip dari India Today pada Selasa, 24 Maret 2026. 

Iran bahkan menegaskan dampak dari langkah tersebut tidak akan bersifat sementara.  Seluruh Teluk praktis akan berada dalam situasi seperti Selat Hormuz untuk waktu yang lama. 

Iran juga mengingatkan dunia atas kegagalan 100 kapal penyapu ranjau pada 1980-an dalam membersihkan hanya beberapa ranjau laut. 

Ilustrasi Kapal Perang Iran

Ancaman ini muncul di tengah laporan bahwa AS tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk menekan Iran, termasuk rencana menguasai atau memblokade Pulau Kharg, pusat ekspor utama minyak Iran. Langkah ini bertujuan memaksa Teheran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sementara itu, Donald Trump disebut telah memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka akses jalur tersebut bagi semua kapal. Ia bahkan mengancam akan menghancurkan fasilitas pembangkit listrik Iran jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu 48 jam yang akan berakhir tepat sebelum tengah malam GMT pad Selasa, 24 Maret 2026.

Di saat yang sama, konflik militer di kawasan semakin meluas. Israel melancarkan serangan besar-besaran ke infrastruktur di Teheran, sementara sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait meningkatkan sistem pertahanan untuk menghadapi potensi serangan balasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eskalasi seketika memicu kekhawatiran pasar global, terutama terkait pasokan energi. Jika Iran benar-benar memasang ranjau di Teluk Persia, jalur distribusi minyak dunia bisa terganggu serius, yang berpotensi mendorong harga energi melonjak dan meningkatkan tekanan inflasi global.

Sejauh ini, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat perang di negara itu telah melampaui 1.500 jiwa. Serangan Iran juga telah menewaskan 15 orang di Israel dan lebih dari selusin warga sipil di Tepi Barat yang diduduki dan negara-negara Teluk Arab.