Kursi Firaun Milik Koruptor Asabri Laku Rp80 Juta, Perhiasan Sandra Dewi Diserbu

Kejagug lelang barang rampasan hasil tindak pidana
Kejagug lelang barang rampasan hasil tindak pidana

Kursi bergaya Firaun berlapis warna emas milik terpidana kasus Asabri, Jimmy Sutopo, menjadi salah satu barang paling menyita perhatian dalam gelaran BPA Fair 2026 yang digelar Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung RI.

Kursi mewah bernama Firaun Gold "King Tutankhamen's Egyptin Trhone Chair Replica" itu akhirnya laku terjual pada hari terakhir pelelangan, Kamis, 21 Mei 2026, dengan nilai fantastis mencapai Rp80 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya, kursi tersebut dibuka dengan harga limit Rp43.917.000 dengan uang jaminan lelang sebesar Rp10 juta. Namun, tingginya minat peserta membuat harga jualnya melonjak hampir dua kali lipat.

"Kursi Firaun Alhamdulillah terjual. Harganya Rp80 juta sekian dan itu cukup bagus nilainya," tutur Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejagung, Kuntadi dikutip, Jumat, 22 2026.

Tak hanya kursi Firaun, BPA juga melelang sejumlah aset lain milik Jimmy Sutopo, mulai dari lukisan emas hingga mobil mewah.

Di sisi lain, antusiasme peserta juga terlihat saat berburu barang-barang mewah rampasan dari terpidana kasus tata kelola timah, Harvey Moeis. Sejumlah koleksi yang sebelumnya dikaitkan dengan istrinya, Sandra Dewi, ikut ludes terjual dengan harga di atas limit.

Barang yang dilelang antara lain perhiasan emas, logam mulia, hingga tas-tas branded dari merek Hermes, Dior, Chanel, sampai Louis Vuitton.

Dalam sesi lelang tersebut, gelang emas 18 karat milik Sandra Dewi terjual Rp30.626.000. Kemudian, kalung emas 17 karat laku Rp12.599.000.

Selain itu, paket perhiasan lainnya berhasil terjual Rp56.840.000. Sementara logam mulia 100 gram laku di angka Rp300.399.000.

Tak berhenti di situ, paket logam mulia lainnya ikut terjual Rp273.668.000. Sedangkan gelang emas dalam lot terakhir dilepas dengan harga Rp77.410.000.

Sebelumnya diberitakan, gelaran BPA Fair 2026 yang digelar Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung RI banjir peminat. Ratusan barang rampasan negara dari kasus korupsi hingga pidana umum ludes dilelang dengan nilai fantastis mencapai hampir Rp1 triliun.

Dari total 308 aset yang dilepas ke publik, sebanyak 300 unit berhasil terjual. Salah satu barang yang paling diburu peserta lelang ternyata motor premium Harley Davidson.

Kepala BPA Kejagung RI, Kuntadi mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.700 orang. Ratusan di antaranya bahkan berebut mengikuti lelang motor mewah tersebut.

"Total aset yang kami lelang pada kegiatan ini adalah 308 unit. Total aset yang terjual 300 unit. Artinya hanya 8 unit yang tidak terjual," katanya, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut dia, motor Harley Davidson menjadi aset paling banyak diminati dengan jumlah peminat mencapai 349 orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak semua barang rampasan berhasil laku. Kuntadi menyebut masih ada delapan aset yang belum terjual, mulai dari lukisan emas hingga sejumlah mobil sitaan hasil tindak pidana korupsi dan pidana umum.

Meski begitu, total nilai aset yang terjual tetap fantastis. BPA mencatat hasil penjualan mencapai Rp922 miliar dengan kenaikan nilai lelang sebesar Rp74,7 miliar.