Dibongkar Menteri Maldives, Skill Abad 21 Ini Disebut Lebih Penting dari Sekadar Nilai Akademik

Ilustrasi remaja berok mini.
Ilustrasi remaja berok mini.

 Di tengah dunia yang semakin bising oleh konflik, krisis kesehatan, hingga polarisasi sosial, kemampuan berdialog dan mendengarkan orang lain mulai menjadi skill yang semakin penting bagi generasi muda. Bukan hanya soal pintar berbicara, tetapi juga bagaimana menyampaikan pendapat tanpa merendahkan pihak lain.

Nilai tersebut menjadi salah satu sorotan dalam gelaran Asia World Model United Nations (AWMUN) XIV yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Maldives pada 15-19 Mei 2026. Mengusung tema “Tides of Tomorrow: Reimagining Global Leadership for a World in Peril”, konferensi ini mempertemukan delegasi muda dari 8 negara untuk berdiskusi mengenai berbagai isu global, mulai dari kesehatan masyarakat hingga hak asasi manusia. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbeda dari kompetisi debat biasa, forum Model United Nations (MUN) mengajak para peserta merasakan simulasi diplomasi internasional layaknya sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Para delegasi dituntut untuk berpikir kritis, menyusun solusi, sekaligus bernegosiasi dengan peserta lain yang memiliki pandangan berbeda.

Dalam forum ini, Menteri Luar Negeri Maldives, Iruthisham Adam, menyoroti pentingnya membangun rasa percaya diri dan empati sejak usia muda.

"Generasi muda memiliki peran besar di era keterbukaan informasi saat ini. Kemampuan bernegosiasi dan membangun kepercayaan tidak muncul secara instan, melainkan perlu dilatih sejak dini," kata Iruthisham Adam, dalam keterangannya, dikutip Selasa 19 Mei 2026. 

Ia menekankan bahwa kebiasaan tersebut perlu dibangun mulai dari ruang kelas, percakapan sehari-hari, hingga forum internasional seperti Asia World Model United Nations (AWMUN). Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa platform seperti AWMUN tidak hanya membangun hubungan dan koneksi antarnegara, tetapi juga menjadi simulasi nyata praktik diplomasi internasional.

Melalui forum ini, para peserta belajar keterampilan yang sangat penting namun jarang diajarkan, yaitu kemampuan untuk berbeda pendapat tanpa saling merendahkan, serta kemampuan mendengarkan dengan empati. Menurutnya, keterampilan tersebut bukan sekadar kemampuan konferensi, melainkan bagian dari keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda.

Pesan serupa juga disampaikan dalam pidato Presiden Maldives yang dibacakan oleh Menteri Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Maldives, Abdulla Rafiu. Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa kepemimpinan masa kini tidak bisa dibangun sendirian.

Beliau menyampaikan bahwa kepemimpinan di era saat ini harus dibangun atas dasar kepedulian (compassion) dan kerja sama (cooperation). Ia juga mengajak generasi muda untuk berani mengambil tindakan nyata dan tidak meremehkan kemampuan diri sendiri dalam menciptakan perubahan.

Sementara itu, Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal, mengatakan bahwa AWMUN bukan hanya sekadar konferensi formal, tetapi ruang bagi generasi muda untuk bertumbuh.

Dalam sambutan pembukaannya, Muhammad Fahrizal menyebutkan bahwa AWMUN bukan sekedar konferensi, namun adalah sebagai batu loncatan di mana ide ide brilian akan diuji, kepercayaan diri akan dibangun, dan awal perjalanan dari para peserta menuju masa depan di panggung global akan dimulai. Beliau mengajak para peserta untuk benar benar terlibat dan hadir sepenuhnya dalam setiap agenda AWMUN, bukan hanya untuk berpartisipasi tetapi juga bertransformasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Konferensi ini menghadirkan dua council utama, yaitu World Health Organization (WHO) dengan topik “Preventing the Spread of Communicable Diseases in Public Places” untuk peserta usia 11-14 tahun, serta United Nations Human Rights Council (UNHRC) dengan topik “Fair Play: Protecting Political Rights and Preventing Arbitrary Detention During Electoral Processes” bagi peserta usia 15 tahun ke atas.

Di tengah berkembangnya tren anak muda mengejar pengalaman internasional, forum seperti MUN kini semakin diminati karena dianggap mampu melatih public speaking, kepemimpinan, hingga kemampuan berpikir strategis. Namun lebih dari itu, forum semacam ini juga menjadi ruang aman bagi anak muda untuk belajar memahami sudut pandang yang berbeda di tengah dunia yang semakin kompleks.