Bernardo Silva Sindir Arsenal Main Rugbi, Kinerja Wasit Turut Disemprot

Arsenal, Bernardo Silva, Man City, Liga Inggris, Manchester City, Bernardo Silva Sindir Arsenal Main Rugbi, Kinerja Wasit Turut Disemprot

Kapten Manchester City, Bernardo Silva, melontarkan kritik terhadap gaya bermain Arsenal dalam situasi bola mati.

Pemain asal Portugal itu menilai Arsenal terlalu sering melakukan kontak fisik kepada lawan hingga menurutnya lebih mirip rugbi dibanding sepak bola.

"Anda memegang seseorang dengan kedua tangan, dan Anda menjatuhkannya ke tanah seperti dalam rugbi dan itu baik-baik saja bagi mereka," buka Bernardo Silva.

Silva juga mengaku para pemain Man City sempat berbicara kepada wasit terkait situasi tersebut. Ia menilai aturan harus diterapkan secara sama kepada semua tim.

"Kami telah berbicara dengan para wasit. Kami berkata, 'Lihat, jika Anda akan mulai mengizinkan ini, kami akan melakukan hal yang sama'. Karena ini konyol," lanjutnya.

Menurut Silva, gaya bermain seperti itu membuat pertandingan kehilangan esensi sepak bola. Ia menyebut penonton datang untuk menikmati kreativitas permainan, bukan duel fisik berlebihan.

"Man City mungkin salah satu tim terakhir yang melakukannya karena kami melihat semua tim lain juga melakukannya," lanjutnya.

"Sayang sekali karena ini bukan inti permainan (sepak bola). Para penggemar tidak datang untuk menonton ini. Ini cukup membosankan," pungkasnya.

Persaingan Juara Liga Inggris Memanas

Komentar Bernardo Silva muncul di tengah persaingan ketat perebutan gelar juara Liga Inggris 2025-2026 antara Man City dan Arsenal.

Arsenal kini memimpin klasemen dengan 79 poin dari 36 pertandingan. Manchester City berada di posisi kedua dengan koleksi 77 poin.

Selisih gol kedua tim juga sangat tipis sehingga persaingan diprediksi berlangsung hingga pekan terakhir musim ini.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, keputusan wasit dan VAR ikut menjadi perhatian publik.

Salah satu momen ramai dibahas terjadi saat gol West Ham United dianulir karena dianggap melanggar kiper Arsenal, David Raya, dalam situasi bola mati.

VAR dan Wasit Inggris Ikut Disorot

Keputusan wasit dalam laga tersebut memunculkan perdebatan. Banyak pihak menilai pelanggaran serupa sering terjadi saat Arsenal menjalankan skema bola mati.

Kritik terhadap The Gunners sendiri sudah muncul sejak awal musim 2025-2026.

Sejumlah pendukung lawan menilai Arsenal beberapa kali mendapat keuntungan dari keputusan wasit.

Badan wasit Inggris, Professional Game Match Officials Limited, serta VAR ikut menjadi sasaran kritik karena dianggap kurang konsisten dalam mengambil keputusan terkait pelanggaran di kotak penalti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang