Eva Manurung Bongkar Sisi Gelap Rumah Tangga Inara Rusli, Perlakuan Buruk ke ART Hingga Pukul Anak
Nama Inara Rusli kembali menjadi sorotan seiring bergulirnya kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan Wardatina Mawa. Di tengah polemik hukum tersebut, ibunda Virgoun, Eva Manurung, angkat bicara dan membongkar pengalaman pahit yang ia klaim terjadi selama Inara masih menjadi bagian dari keluarganya.
Eva Manurung secara terbuka membeberkan tabiat buruk mantan menantunya itu dalam sebuah perbincangan bersama Krisna Murdi di kanal YouTube milik sang presenter. Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya bukan bermaksud menyerang secara pribadi, melainkan berdasarkan pengalaman nyata yang ia saksikan sendiri. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
“Saya bukan mau menjelek-jelekin, memang kenyataan hidupnya seperti itu. Setahun pembantu itu bisa ganti-ganti 60 orang, easy come, easy go,” ujar Eva Manurung, dikutip Kamis 22 Januari 2026.
Menurut Eva, pergantian asisten rumah tangga yang terlalu sering menunjukkan adanya masalah serius di dalam rumah tangga Inara Rusli. Ia bahkan menyebut bahwa para ART yang keluar dari rumah tersebut tidak hanya berhenti bekerja, tetapi juga membawa beban emosional.
“SOP-nya nggak cocok, orang keluar dari sana itu membawa luka dan duka,” sambungnya.
Tak berhenti di situ, Eva Manurung juga kembali mengungkit pola asuh Inara Rusli terhadap anak-anak hasil pernikahannya dengan Virgoun. Ia menyebut bahwa mantan menantunya kerap bersikap kasar dalam mendisiplinkan anak-anak, hingga membuatnya geram sebagai seorang nenek.
“Gimana ya? Kalau lo mukulin anak kayak mukulin ini, kayak mukulin maling?” kata Eva penuh emosi.
Eva lalu menggambarkan beberapa kejadian yang menurutnya mencerminkan perlakuan keras terhadap cucu-cucunya. Ia menuding Inara Rusli pernah menjambak dan menyeret anaknya dari tangga, sesuatu yang ia anggap tak pantas dilakukan kepada anak di bawah umur.
Menanggapi tudingan tersebut, Inara Rusli tidak sepenuhnya membantah. Ia mengakui bahwa dirinya memang pernah melakukan kekerasan fisik terhadap anaknya. Namun, Inara menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan dalam kondisi tertentu yang menurutnya sudah sangat fatal.
“Kalau aku pukul pernah, tapi karena satu hal yang fatal menurut aku. Mencuri, misalnya mencuri,” ungkap Inara Rusli.
Ia beralasan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan agar anak memahami konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan.
“Seorang anak itu kan harus kita berikan pendidikan untuk bisa mereka belajar bahwa dalam hidup ini ada konsekuensi gitu,” tegasnya.