Arsenal Tatap Dobel Gelar Usai Jadi Olok-olok, Sejarah bersama Arteta

Arsenal, Liga Champions, Atletico Madrid, Arsenal vs Atletico Madrid, Arsenal Tatap Dobel Gelar Usai Jadi Olok-olok, Sejarah bersama Arteta

Arsenal yang belum lama ini kerap jadi bahan olok-olok, kini berpeluang besar menyabet dobel gelar. The Gunners membuat sejarah bersama Arteta.

Dalam sepak bola, momentum bisa berubah dengan sekejap mata. Tanyakan saja hal tersebut kepada Arsenal.

Beberapa pekan lalu, terutama setelah kekalahan dari Bournemouth dan Man City, Arsenal disebut telah kehilangan gelar Liga Inggris, meski masih memimpin klasemen.

Namun, nasib dalam perburuan gelar Premier League sekarang ada di tangan anak asuh Mikel Arteta, setelah sang rival utama, Man City tertahan di markas Everton, pada Senin (4/5/2026) kemarin.

Arsenal cukup menyapu bersih tiga laga sisa di Liga Inggris 2025-2026 dengan kemenangan untuk menjadi juara, tanpa perlu memedulikan hasil-hasil Man City.

Kendali sepenuhnya ada di tangan The Gunners. Kelolosan ke final Liga Champions 2025-2026 setelah penantian selama 20 tahun jadi kegembiraan lain bagi Arsenal pekan ini.

Tiket ke final Liga Champions diamankan Arsenal setelah mereka menyingkirkan Atletico Madrid pada babak semifinal.

Arsenal mengalahkan Atletico Madrid 1-0 dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2025-2026 yang digelar di Stadion Emirates, London, Selasa (5/5/2026) atau Rabu dini hari WIB.

The Gunners pun mengantongi keunggulan agregat 2-1 setelah pekan lalu membawa pulang hasil 1-1 dari lawatan ke markas Atletico Madrid.

"Arsenal telah menjadi bahan ejekan dalam beberapa minggu terakhir setelah kekalahan dari Manchester City dan Bournemouth."

"Namun, minggu ini sungguh luar biasa bagi mereka. Gelar Premier League di tangan mereka dan sekarang melaju ke final Liga Champions."

"Gelar ganda benar-benar ada di depan mata," tulis BBC dalam ulasan langsung pertandingan Arsenal vs Atletico Madrid.

Arsenal, Liga Champions, Atletico Madrid, Arsenal vs Atletico Madrid, Arsenal Tatap Dobel Gelar Usai Jadi Olok-olok, Sejarah bersama Arteta

Bukayo Saka mencetak gol pertama dalam pertandingan sepak bola semifinal leg kedua Liga Champions antara Arsenal vs Atletico Madrid di Stadion Emirates di London utara pada 5 Mei 2026. (Foto oleh Adrian Dennis / AFP)

Rekor Impresif The Gunners

Keberhasilan Arsenal menapak ke partai puncak Liga Champions 2025-2026 diiringi rekor-rekor penting.

Arsenal kini menyamai rekor klub untuk jumlah kemenangan terbanyak dalam satu musim. Pasukan Arteta telah mengemas 41 kemenangan di semua kompetisi, angka yang sebelumnya juga mereka capai pada musim 1970-71.

The Gunners juga mencatatkan rekor tak terkalahkan terpanjang mereka di ajang Piala Champions atau Liga Champions.

Viktor Gyokeres dkk kini tak terkalahkan dalam 14 pertandingan Liga Champions, melampaui catatan sebelumnya sebanyak 13 laga pada kurun Maret 2005-April 2006.

Torehan 30 clean sheet di semua kompetisi musim ini mempermanis langkah Arsenal ke Puskas Arena, stadion di Budapest, Hungaria, yang akan menggelar final Liga Champions.

Jumlah laga tanpa kebobolan anak asuh Arteta ini adalah yang terbanyak dalam sejarah klub sejak 1993-1994.

Malam Luar Biasa Arteta

Ini sekaligus menjadi catatan tertinggi yang dibukukan oleh tim Premier League sejak Liverpool mengemas 32 clean sheet pada musim 2021-22.

"Ini malam yang luar biasa. Kita kembali membuat sejarah bersama," ujar Mikel Arteta.

"Saya sangat bahagia dan bangga dengan semua orang yang terlibat di klub ini. Suasana di luar stadion sangat istimewa dan unik."

"Atmosfer yang diciptakan para pendukung, energinya, membuat malam ini istimewa. Saya belum pernah merasakan hal seperti itu di dalam stadion."

"Kami telah memberikan segalanya. Para pemain melakukan pekerjaan yang luar biasa. Setelah 20 tahun, dan untuk kedua kalinya dalam sejarah kami, kami kembali ke final Liga Champions," tutur Arteta yang akan jadi pelatih termuda kedua yang membawa Arsenal ke final kompetisi prestisius Eropa.

Melansir data yang disajikan Sky Sports, Arteta akan berusia 44 tahun 65 hari saat final Liga Champions digelar musim ini. Ia hanya kalah muda dari Terry Neill yang yang pada usia 38 tahun 6 hari memimpin Arsenal di final Piala Winners 1980 melawan Valencia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang