Kronologi Keributan Arsenal Vs Atletico, Simeone Dorong Direktur Gunners
Ketegangan meletup di akhir laga Arsenal vs Atletico Madrid. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mendorong Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta.
Tensi tinggi muncul dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2025-2026 Arsenal vs Atletico Madrid yang digelar di Stadion Emirates, Selasa (5/5/2026) atau Rabu dini hari WIB.
Diego Simeone harap-harap cemas ketika laga memasuki menit terakhir di masa injury time.
Sang pelatih asal Argentina itu tentu berharap pasukannya bisa mencetak gol penyeimbang yang berarti akan memaksa laga memanjang ke extra time alias babak tambahan.
Di sisi lain, Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta, menyadari bahwa waktu memasuki menit kelima injury time.
Andrea Berta yang pernah 12 tahun bekerja bersama Diego Simeone di Atletico Madrid pun memberikan sinyal kepada wasit Daniel Siebert, seolah ingin meminta laga untuk segera diakhiri.
Gestur Berta itu membuat "panas" Diego Simeone. Segera Simeone datang menghampiri dan mendorong badan Berta.
Aksi Simeone itu menyulut keributan kecil di sekitar area teknik kedua tim. Staf dari Arsenal dan Atletico kemudian mencoba meredakan ketegangan antara Berta dengan Simeone.
Ofisial keempat UEFA juga ikut serta mencoba mengatasi situasi.
Tak lama setelah itu, wasit benar-benar meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Atletico Madrid pun harus melanjutkan penantian mereka untuk menjuarai Liga Champions.
Sebab, Arsenal mampu membungkus kemenangan 1-0 di Stadion Emirates berkat gol semata wayang Bukayo Saka (45').
Arsenal pun berhak melaju ke final Liga Champions 2025-2026 seiring keunggulan agregat 2-1. Pada laga leg pertama di kandang Atletico pekan silam, kedua tim berbagi skor 1-1.
Bersama Diego Simeone, Atletico Madrid pernah sangat dekat dengan trofi Liga Champions, persisnya pada 2014 dan 2016 saat mereka masuk final.
Namun, dalam dua kesempatan mentas di laga pertaruhan trofi itu, Atletico Madrid arahan Diego Simeone selalu berada di kubu yang kalah.
"Yah, jika kami tersingkir, itu karena lawan kami pantas lolos, mereka memanfaatkan peluang besar di babak pertama dan mereka pantas lolos. Saya merasa tenang, saya merasa damai," ucap Simeone usai laga kontra Arsenal, dikutip dari BBC.
"Kami kurang klinis dalam situasi yang kami hadapi. Kami meningkat di babak kedua. Ada hal-hal yang bisa menguntungkan kami tetapi tidak."
"Kami memberikan yang terbaik dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini. Terima kasih kepada para pendukung dan pemain kami, saya merasa bangga berada di posisi kami sekarang."
"Saya mengatakan kami ingin bersaing dan kami telah melakukannya. Sayangnya kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami telah mencapai tempat-tempat yang sulit dicapai," tutur Simeone mengutarakan kekecewaannya.
Kendati demikian, Simeone tak mau lebih jauh membahas kinerja sang pengadil, Daniel Siebert.
Daniel Siebert mengabaikan protes Atletico atas pelanggaran yang dilakukan Riccardo Calafiori terhadap Antoine Griezmann pada menit ke-56.
Sang wasit justru memberikan tendangan bebas kepada Arsenal atas pelanggaran Marc Pubill terhadap Gabriel beberapa detik sebelumnya.
"Saya tidak akan membahas itu. Kita semua tahu itu pelanggaran. Kita semua berpikir bahwa wasit telah mengambil keputusan yang tepat. Saya tidak akan terlibat dalam hal itu karena saya tidak ingin membuat alasan," ucap pria beralias El Cholo itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang