Survei Mekaar Ungkap Dampak Nyata Pemberdayaan PNM bagi Masyarakat Prasejahtera
Hasil Survei Mekaar menunjukkan dampak nyata program pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam meningkatkan kemandirian dan keberlanjutan ekonomi masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu kisah inspiratif datang dari Pulau Saparua, Maluku.
Di wilayah kepulauan yang identik dengan tantangan akses dan jarak, Selly, seorang ibu rumah tangga sekaligus nasabah PNM Mekaar, menjadi potret keteguhan dalam memperjuangkan pendidikan dan kemandirian ekonomi. Ia mendirikan Taman Kanak-Kanak (TK) Sintiche yang dibuka secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Saparua.
Selama bertahun-tahun, Selly membiayai operasional sekolah tersebut secara mandiri. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya sempat berada di titik hampir menyerah. Demi menjaga sekolah tetap berjalan, ia membuka warung kecil di rumahnya hingga akhirnya bertemu dengan PNM pada 2022 melalui program Mekaar.
Selly, seorang ibu rumah tangga sekaligus nasabah PNM Mekaar di Saparua, Maluku
Melalui program tersebut, Selly memperoleh akses pembiayaan modal usaha sekaligus pendampingan dan pelatihan. Sejak saat itu, usaha warungnya berkembang, TK Sintiche tetap bertahan, bahkan kini mampu menampung anak-anak dari keluarga nasabah Mekaar lainnya.
Perjalanan Selly juga diperkuat oleh pendampingan rutin Account Officer (AO) PNM Mekaar serta pertemuan kelompok mingguan yang menjadi ruang belajar bersama. Dari proses tersebut, kepercayaan diri dan kapasitas kepemimpinannya semakin tumbuh.
“Dulu beta cuma pikir bagaimana caranya bantu ekonomi keluarga. Tapi sejak ikut Mekaar, beta belajar pimpin kelompok, saling berbagi, dan percaya kalau usaha kecil juga bisa berkembang asal jalan sama-sama. Dari pertemuan tiap minggu dan pendampingan itu, beta jadi lebih berani dan lebih yakin jalani semua,” ujar Selly dalam keterangannya yang diterima VIVA, Selasa (6/1/2026).
Kisah Selly mencerminkan pendekatan PNM yang tidak sekadar menyalurkan pembiayaan, tetapi juga mendampingi setiap langkah nasabah dalam menata usaha dan membangun kepercayaan diri. Melalui Mekaar, pembiayaan menjadi proses belajar kolektif yang mendorong pertumbuhan usaha dan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut tercermin dalam hasil Customer Survey Indeks Mekaar 2024. Survei menunjukkan, 72 persen nasabah merasakan peningkatan peran dalam pengambilan keputusan keluarga. Selain itu, 74 persen mengalami peningkatan pendapatan, 78 persen telah memiliki serta memahami penerapan laporan keuangan usaha, dan 90 persen merasakan dampak kemandirian finansial.
Menanggapi hasil survei tersebut, Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa capaian ini menjadi penguat arah pemberdayaan PNM ke depan.
“Ini bukan sekadar survei, di balik angka-angka ini, ada cerita tentang ibu-ibu yang kini lebih berani berpendapat di rumahnya, usaha yang perlahan tumbuh, dan keluarga yang mulai berdiri di atas kakinya sendiri. Itulah adalah upaya kami untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendorong agar semakin banyak kisah Bu Selly lainnya dari seluruh Indonesia,” ujarnya. (LAN)