Saat Mikel Arteta Puji Fisik Pemain Arsenal Tapi Soroti Buruknya Lini Depan
Arsenal berhasil lolos ke semifinal usai bermain imbang 0-0 melawan Sporting CP pada leg kedua babak perempat final Liga Champions 2025-2026.
Pertandingan Arsenal vs Sporting CP yang digelar di Stadion Emirates, London, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB berakhir dengan agregat 1-0.
Meriam London menjadi satu-satunya wakil Inggrsi yang melangkah ke partai semifinal dan akan menghadapi Atletico Madrid pada laga berikutnya.
Kemenangan ini sangat berarti bagi Mikel Arteta yang dalam beberapa pertandingan terakhir banyak mendapat sorotan.
"Ada banyak kerja keras di baliknya, kami telah melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan dalam sejarah klub kami selama 140 tahun, jadi itu menunjukkan betapa sulitnya hal itu," kata Arteta dikutip dari situs resmi Arsenal.
Puji Fisik Pemain Arsenal
Satu hal yang menjadi perhatian Arteta adalah kuatnya fisik para pemainnya saat bermain selama kurang lebih 95 menit.
Arteta merasa etos kerja para pemainnya layak dipuji ketika kehilangan bola dan fokus memperkuat pertahanan.
"Ketika saya melihat mereka mundur saat kami kehilangan bola, kebiasaan yang mereka miliki sungguh luar biasa. Itulah mengapa saya tahu apa yang mereka lakukan, para pemain ini," ujarnya.
"Itulah alasan mengapa kami adalah satu-satunya tim Inggris di kompetisi ini, karena liga dan jadwal ini sangat melelahkan, dan sangat sulit untuk melakukan apa yang telah kami lakukan."
Selain itu, ia juga mengatakan jika semangat para pemain Meriam London meningkat pada laga ini dengan motivasi untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.
"Saya melihatnya di saat-saat sulit, ketika kami kehilangan bola dalam situasi yang tidak seperti biasanya. Betapa bersemangatnya semua orang"
"Setiap pemain mengerahkan segalanya untuk berkontribusi, untuk memberikan yang terbaik, dan saya sangat menghargai itu dari tim," tuturnya.
Striker Arsenal, Viktor Gyokeres, berlari membawa bola pada laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Arsenal dan Sporting Lisbon di Stadion Emirates di London utara pada 15 April 2026.
Buruknya Penyelesaian Akhir
Meski memuji semangat dan etos kerja para pemainnya, Arteta juga menyoroti kekurangan Arsenal pada laga ini.
Arsenal dianggap gagal memanfaatkan sejumlah peluang menjadi gol meski mereka mendominasi sepanjang laga.
"Saya rasa kami memiliki banyak momen bagus dalam pertandingan, tetapi kami tidak mencetak gol, kami tidak menyelesaikan serangan dengan cukup baik," kata Arteta.
Mengutip dari ESPN, Meriam London mampu mencatat 50,4 persen penguasaan bola berbanding 49,6 persen dari Sporting CP.
Pasukan Arteta juga melepaskan 15 kali percobaan berbanding 8 milik Sporting, namun hanya 1 yang mengarah ke gawang.
Arteta berharap masalah ini tidak terus terulang jika ingin meraih gelar. Baginya, setiap kesempatan akan sangat menentukan hasil pertandingan.
"Ada banyak hal lain yang sangat penting untuk mendapatkan hasil yang dibutuhkan dalam pertandingan."
"Saat ini juga, ini tentang bagaimana Anda berkompetisi, dan ketika Anda akan memenangkan gelar, itulah yang akan menentukan momen-momen tersebut," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang