Pemerintah Tegaskan Bakal Percepat Pembangunan Ekosistem EV

 Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan bakal mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional. Langkah ini dinilai sangat penting untuk mendorong transisi energi bersih.

Beragam upaya akan dilakukan pemerintah melalui penguatan industri, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemberian insentif. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong adopsi kendaraan listrik secara terintegrasi sekaligus memperkuat kemandirian energi.

Dilansir dari Antara, fokus pemerintah saat ini adalah membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, sehingga implementasinya dapat berjalan lebih luas dan efektif di lapangan.

"Kami mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan ini agar lebih cepat dijalankan, termasuk melalui elektrifikasi di sektor transportasi," tegas Bahlil (10/04).

SPKLU

Ia menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan berbagai kemudahan serta insentif untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut agar sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

"Yang penting implementasinya bisa berjalan di lapangan. Kita dorong terus supaya realisasinya sesuai target," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia dapat memproduksi kendaraan listrik secara massal pada 2028. Cita-cita tersebut dinilai realistis karena merupakan bagian dari pengembangan industri EV nasional yang sudah berjalan selama beberapa tahun.

Bahkan, sejumlah produsen EV global mulai membangun pabriknya di Tanah Air. Hal ini diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik dibanding sebelumnya.

"Saya berharap pada 2028 kita dapat memproduksi mobil sedan listrik secara besar-besaran," ujar Prabowo, dilansir Antara (09/04).

Ia mengungkapkan bahwa Indonesia sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi kendaraan komersial listrik seperti bus dan truk. Hal ini dinilai sebagai langkah penting dalam pengembangan ekosistem EV.

Oleh sebab itu, pemerintah tengah mempersiapkan pembentukan perusahaan negara untuk memproduksi kendaraan listrik, khususnya di segmen sedan.

Wuling Air ev

"Kita juga sedang membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan listrik," tambah Prabowo.

Selain pabrikan mobil listrik, sejumlah fasilitas produksi baterai EV juga telah terbangun. Dengan demikian, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dapat terus ditingkatkan.