Fuso Sebut Proyek Pemerintah Bantu Dongkrak Penjualan di 2026

 Pasar otomotif kembali mengalami tantangan di 2026. Krisis energi dan kenaikan harga bahan baku industri seperti plastik diyakini bakal berimbas negatif pada penjualan.

Ini tidak terkecuali pada kendaraan niaga atau komersial. Impor truk dari India untuk operasional Koperasi Desa juga sempat jadi satu sorotan.

Meskipun begitu, merek asal Jepang, Mitsubishi Fuso meyakini penjualan kendaraan niaga di 2026 masih akan sama seperti tahun lalu dan cenderung bertumbuh perlahan.

Mengingat beberapa merek yang telah melakukan perakitan lokal saat ini ikut mensuplai unit untuk Koperasi Desa dalam jumlah cukup banyak.

Fuso

“Memang ada sektor bisnis yang masih menjadi potensi melakukan pembelian kendaraan komersial seperti logistik, manufaktur, infrastruktur. Maka kita asumsikan, sedikit optimis, kurang lebih sama tetapi pasti ada pertumbuhan (dari 2025),” kata Aji Jaya, Sales and Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) di sela GIICOMVEC 2026, belum lama ini.

Fuso sendiri ikut ambil bagian menyuplai unit operasional untuk Koperasi Desa. Saat ini mereka telah mulai menyalurkan unit ke diler-diler terkait.

“Sudah kami laksanakan sampai Maret, yang kami keluarkan dari KTB ke diler ada sebesar 2.600 unit,” kata Aji.

Dia mengungkapkan proyek pemerintah pastinya akan berdampak pada pasar kendaraan komersial secara keseluruhan.

Namun jika melihat situasi ekonomi yang belum membaik sepenuhnya, pihak Fuso masih akan berhati-hati dan terus memantau pasar.

Tidak hanya krisis energi, saat ini harga bahan baku seperti plastik mengalami kenaikan pesat.

“Jadi salah satu strateginya kami coba selalu intens berkomunikasi dengan prinsipal kami di Jepang, agar mereka bisa dukung kita, menjamin kelancaran suplai dan ketersediaan part,” tegas Aji.

Guna menggairahkan penjualan, Mitsubishi Fuso ikut serta dalam ajang otomotif GIICOMVEC 2026.

Truk Fuso

Penyelenggaraan pameran tersebut sepenuhnya didukung oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan RI.

Harapannya tren positif penjualan kendaraan niaga bisa kembali muncul. Pameran turut melibatkan asosiasi terkait seperti pengusaha truk, karoseri dan rantai suplai internasional.

GIICOMVEC 2026 masih digelar di JIExpo Kemayoran mulai 8 April 2026. Di hari terakhir pada 11 April, area terbuka untuk umum dan bisa dikunjungi masyarakat.