Dinyinyir Netizen Gegara Ngaku Kesulitan Ekonomi Tapi Tenteng Tas Mahal, Ibunda Jupe: Gapapa Itu Hak Mereka!
Sorotan publik terhadap Sri Wulansih belum mereda setelah dirinya meminta bantuan Raffi Ahmad terkait apartemen peninggalan Julia Perez. Namun di tengah derasnya komentar warganet, ibunda Jupe itu justru memilih fokus pada hal yang lebih personal: kenangan.
Bukan hanya soal apartemen yang tak kunjung terurus, perhatian publik juga tertuju pada detail kecil yang ia kenakan—termasuk sebuah tas yang sempat dikira barang mewah baru. Padahal, bagi Sri, tas itu bukan soal nilai, melainkan memori yang tak tergantikan. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
Menanggapi berbagai komentar, Sri menunjukkan sikap santai meski tak sepenuhnya kebal terhadap kritik.
"Gak apa-apa, itu hak mereka masing-masing. Gak apa-apa dia bicara apa, yang penting emang kenyataannya gitu. Kalau Mama sih gak perlu yang harus komentar apa-apa," kata Sri Wulansih, mengutip Youtube Intens Investigasi, Selasa 21 April 2026.
Ia mengakui sempat merasa tersinggung, namun mencoba memahami bahwa tidak semua orang mengetahui kondisi sebenarnya yang ia hadapi.
Tas yang menuai perhatian itu pun akhirnya dijelaskan langsung oleh Sri. Ia menegaskan bahwa barang tersebut merupakan peninggalan sang putri, bukan sesuatu yang baru dibeli.
"Gak apa-apa dia ngomong apa, itu kan tas peninggalan almarhum. Kalau Mama untuk beli sendiri mana mampu. Itu kalau Mama gak pakai terus itu gimana, kalau ditaruh aja daripada rusak?" ungkapnya.
Kondisi tas tersebut, menurut Sri, sebenarnya sudah tidak sempurna. Bahkan ia harus memperbaikinya agar tetap bisa digunakan.
"Emang dia tahu kalau tas itu udah rusak? Kan udah rusak pegangannya, Mama betulin," lanjutnya.
Lebih dari sekadar barang, tas itu menjadi pengingat akan sosok Julia Perez yang telah tiada. Itulah alasan Sri memilih tetap menyimpannya, meski ada saran untuk menjualnya.
"Masih Mama pakai terus karena Mama juga gak mau kehilangan juga. Jadi Mama selalu mengingatkan itu tas peninggalannya dan Mama kalau untuk Mama beli juga Mama gak mampu beli itu tas. Mama punya cuma itu aja tas," tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa menjual tas tersebut bukan pilihan, terlepas dari kondisi fisiknya yang sudah rusak.
"Sekarang kalau Mama mau jual mana mau? Itu tas udah rusak sebenarnya, cuma gak kelihatan aja rusaknya. Itu sudah ada yang sobek gitu," jelasnya.
Di tengah berbagai asumsi yang beredar, Sri kembali menekankan bahwa tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan kenyataan.
"Iya, selalu Mama bilang gak apa-apa orang mau hujat Mama apa pun gal apa-apa karena dia gak tahu yang sebenarnya dan dia gak tahu masalah perasaan Mama tuh bagaimana," pungkas Sri Wulansih.
Kisah ini pun menunjukkan bahwa di balik sorotan publik, ada sisi emosional yang kerap luput—bahwa bagi sebagian orang, nilai sebuah barang bukan terletak pada harga, melainkan kenangan yang melekat di dalamnya.