Arsenal Taklukkan Sporting CP, Sentuhan Magis "Finisher" Arteta

Arsenal, Sporting CP, Liga Champions, Kai Havertz, Gabriel Martinelli, Arsenal Taklukkan Sporting CP, Sentuhan Magis

Tak ada pemain pengganti dalam kamus Mikel Arteta. Ia hanya mengenal "finisher" yang yang berjasa mengantar Arsenal menang 1-0 di markas Sporting CP.

Arsenal meraih kemenangan penting 1-0 atas Sporting CP dalam leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Selasa )7/4/2026) atau Rabu (8/4/2026) dini hari WIB.

Gol telat Kai Havertz pada menit ke-90+1 memastikan kemenangan Arsenal. 

Hasil ini menjadi respons bagus Arsenal setelah sebelumnya mengalami dua kekalahan beruntun di kompetisi piala domestik.

Tim asuhan Mikel Arteta datang ke Portugal dalam tekanan lantaran kalah dari Manchester City di final Piala Liga Inggris dan tersingkir dari Piala FA usai dibekap Southampton.

Kemenangan Arsenal di markas Sporting CP tak lepas dari aksi gemilang David Raya di bawah mistar serta penyelesaian dingin Havertz di masa injury time.

Kemenangan ini membuat Arsenal berada di posisi menguntungkan jelang leg kedua yang akan digelar di London Utara pada 15 April mendatang.

“Kami harus sedikit lebih tajam, lebih cepat, dan lebih efisien untuk membongkar mereka ketika mereka bertahan rapat,” ujar Arteta dilansir dari AFP.

Arsenal, Sporting CP, Liga Champions, Kai Havertz, Gabriel Martinelli, Arsenal Taklukkan Sporting CP, Sentuhan Magis

Kai Havertz merayakan gol dalam pertandingan sepak bola leg pertama perempat final Liga Champions antara Sporting CP vs Arsenal di stadion Jose Alvalade di Lisbon pada 7 April 2026. (Foto oleh PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP)

Peran Finisher Arteta 

Kejelian Mikel Arteta dalam membaca situasi laga juga memengaruhi hasil akhir. Memasuki menit ke-70, Arteta memasukkan Kai Havertz dan menarik keluar Martin Odegaard.

Selang enam menit, sang pelatih asal Spanyol menurunkan Max Dowman dan Gabriel Martinelli, menggantikan  Noni Madueke serta Leandro Trossard.

Selama ini, Arteta lebih suka memakai istilah "finisher" alias penyelesai untuk para pemain pengganti.

Benar saja, pemain yang dimasukkan Arteta mampu muncul sebagai penyelesai. Kecermatan Gabriel Martinelli mengirim operan membuka jalan Kai Havertz untuk mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+1.

“Kami sempat mencetak gol yang dianulir dan ada dua atau tiga momen di mana kami hampir mencetak gol, tetapi kami kurang pada operan terakhir," ucap Arteta menyinggung gol Martin Zubimendi yang tak disahkan wasit.

"Pada akhirnya, satu momen magis dari para finishers (penyelesai) memenangkan pertandingan ini.”

“Ini indah dan itulah dampak yang dibutuhkan di fase seperti ini dalam musim. Semua orang harus memberikan kontribusi dan mereka melakukannya malam ini,” ucap Arteta.

Pujian kepada David Raya

Tak lupa, pelatih asal San Sebastian, Spanyol itu, juga memberikan pujian khusus kepada kiper andalannya, David Raya.

“Dia memiliki dua momen di mana dia melakukan dua penyelamatan besar.”

“Saat ini dia fenomenal dan luar biasa sejak bergabung dengan kami. Kami sangat beruntung memilikinya,” tutur Arteta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang