Terpopuler: Alasan John Herdman Bawa Staf 7 Negara Berbeda, Nathan Tjoe-A-On Diadukan ke KNVB
Dunia sepak bola Asia Tenggara dan internasional tengah diguncang berbagai kabar besar yang menyita perhatian publik sepanjang Rabu, 25 Maret 2026.
Di tanah air, era baru Timnas Indonesia di bawah John Herdman mulai menunjukkan warna berbeda dengan kehadiran staf pelatih lintas negara, meski di sisi lain, kabar miring mengenai status pemain naturalisasi Nathan Tjoe-A-On di Liga Belanda memicu polemik baru.
Sementara itu, dari panggung global, kabar emosional datang dari Anfield saat ikon Liverpool, Mohamed Salah, resmi mengumumkan perpisahan lebih awal, berbanding terbalik dengan situasi pelatih Malaysia yang kini harus berjuang di tengah skandal administratif timnya.
Berikut artikel terpopuler VIVA.co.id di kanal Bola sepanjang Rabu, 25 Maret 2026:
5. Timnya Kena Skandal Naturalisasi, Pelatih Malaysia Tergoda ke Klub Jepang?
Pelatih Kepala Timnas Malaysia, Peter Cklamovski
Situasi sepak bola Asia Tenggara kini berjalan berlawanan. Timnas Indonesia terus menunjukkan tren positif di ranking FIFA, sementara Malaysia justru terpuruk akibat sanksi yang berdampak langsung pada hasil dan kredibilitas tim.
Di tengah tekanan tersebut, sorotan juga mengarah kepada Pelatih Kepala Timnas Malaysia, Peter Cklamovski. Pelatih asal Australia itu sempat dikaitkan dengan sejumlah klub di Asia, termasuk dari Jepang, seiring rumor yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir.
Mengutip laporan media Malaysia, New Straits Time, Cklamovski akhirnya buka suara di tengah spekulasi yang terus bergulir.
“Hal itu tidak penting bagi saya. Saya ada di sini, bekerja keras, dan benar-benar menikmati peran sebagai pelatih tim nasional,” ujar Cklamovski, menegaskan komitmennya.
Dihantam Skandal, Malaysia Kehilangan Arah
Tekanan terhadap Cklamovski bukan tanpa alasan. Malaysia saat ini tengah menghadapi dampak serius akibat kasus naturalisasi pemain yang bermasalah secara administratif. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi tegas setelah ditemukan adanya tujuh pemain yang tidak memenuhi syarat.
Selengkapnya
4. Mohamed Salah Cabut dari Liverpool Lebih Awal, Akhir Kisah Sang Mesin Gol The Reds Selama 9 Tahun
Mohamed Salah Cabut dari Liverpool Lebih Awal
Kepergian pemain besar selalu meninggalkan lubang yang sulit ditutup. Apalagi jika sosok tersebut bukan sekadar bintang, melainkan ikon yang melekat dengan identitas klub. Itulah yang kini tengah dirasakan publik Anfield setelah Mohamed Salah dipastikan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini.
Kabar ini diumumkan langsung oleh klub pada Selasa, 24 Maret 2024, menandai berakhirnya perjalanan Mohamed Salah selama sembilan tahun bersama The Reds. Keputusan ini mengejutkan, karena kontraknya sejatinya masih berlaku hingga 2027 setelah perpanjangan musim lalu.
Liverpool menyebut keputusan ini diambil atas dasar kesepakatan bersama. Salah sendiri ingin mengumumkannya lebih awal sebagai bentuk penghormatan kepada para suporter. Dalam pernyataan yang ia unggah, Salah tidak menyembunyikan emosinya. Ia menyadari bahwa momen ini menjadi salah satu titik paling berat dalam kariernya.
“Sayangnya hari itu akhirnya datang,” ujar Salah melalui laman X pribadinya.
“Saya tidak pernah membayangkan klub ini, kota ini, dan orang-orang di dalamnya akan menjadi bagian yang begitu dalam dalam hidup saya. Liverpool bukan sekadar klub sepak bola. Ini adalah gairah, sejarah, dan jiwa,” lanjutnya.
Selengkapnya
3.Pemain Indonesia dalam Masalah, Nathan Tjoe-A-On Diadukan ke KNVB
Nathan Tjoe-A-On
Kontroversi status WNI yang menimpa Dean James di Liga Belanda kini merembet ke pemain Timnas Indonesia lainnya yang berkarier di Negeri Kincir Angin. Kali ini, nama Nathan Tjoe-A-On ikut terseret dalam polemik tersebut.
Klub kasta kedua Liga Belanda, TOP Oss, secara resmi melaporkan Nathan ke KNVB dengan tudingan berstatus sebagai pemain ilegal saat membela Willem II.
Nathan dituding tidak sah bermain karena berstatus sebagai pemain internasional Indonesia. Laporan tersebut disampaikan media Belanda Brabants Dagblad pada Selasa (24/3/2026) malam WIB.
"TOP Oss mengikuti perkembangan dalam sepak bola profesional dan telah meminta KNVB, dalam jangka waktu yang ditentukan, untuk menyelidiki pertandingan TOP Oss - Willem II pada 13 Maret 2026," demikian pernyataan klub secara tertulis dikutip dari Brabants Dagblad.
"Berdasarkan informasi yang tersedia, terdapat keraguan mengenai kelayakan seorang pemain Willem II," imbuhnya.
Selengkapnya
2. Bukan Taktik, Ini yang Bikin Herdman Terpukau dengan Pemain Indonesia
Timnas Indonesia gelar latihan jelang FIFA Series 2026
Di tengah keterbatasan waktu, seorang pelatih biasanya akan memprioritaskan aspek taktik sebagai fondasi utama. Namun, pengalaman awal John Herdman bersama skuad Garuda justru menghadirkan kesan berbeda, yaitu sesuatu yang lebih mendasar dan emosional.
Menjelang laga FIFA Series 2026 melawan St. Kitts & Nevis, John Herdman dihadapkan pada situasi yang tidak ideal. Waktu persiapan yang sempit membuatnya harus bergerak cepat dalam membangun kerangka permainan tim.
“Kami bekerja secara taktis hari ini. Waktunya sangat singkat,” kata Herdman di Stadion Madya, GBK, Jakarta, Selasa 24 Maret 2026 dikutip Antara.
Latihan di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno itu menjadi momen awal bagi Herdman untuk mulai menyatukan arah permainan tim. Namun di tengah fokus pada aspek taktis itu, ia justru menangkap kesan lain yang lebih kuat dari para pemain.
“Saya kini merasakan intensitas dan kebanggaan yang dimiliki para pemain ini dalam mewakili Indonesia,” lanjutnya.
Selengkapnya
1. John Herdman Ungkap Alasan Bawa Staf 7 Negara Berbeda ke Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
Di tengah tekanan waktu yang sempit dan ekspektasi tinggi publik, pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengambil langkah yang tidak biasa. Ia membangun fondasi tim bukan hanya dari pemain, tetapi dari ruang belakang degbab menghadirkan staf kepelatihan lintas negara sebagai kunci mempercepat adaptasi skuad Garuda.
Keputusan itu bukan sekadar variasi, melainkan strategi. Herdman sadar, dengan waktu persiapan yang hanya hitungan hari jelang laga FIFA Series 2026, pendekatan konvensional tidak akan cukup. Apalagi, momen FIFA Matchday kali ini beririsan dengan libur Idul Fitri, membuat skuad belum sepenuhnya lengkap hingga mendekati pertandingan.
Alih-alih mengeluhkan situasi, ia justru merancang sistem yang bisa “menutup celah” keterbatasan waktu.
Membangun “Tim di Balik Tim”
Herdman secara terbuka menyebut bahwa keberadaan staf dari tujuh negara berbeda merupakan kekuatan utama timnya saat ini. Ia memadukan elemen lokal yang memahami karakter pemain Indonesia dengan tenaga ahli internasional yang membawa pengalaman global.
Nama-nama seperti Dzikry Lazuardi sebagai analis, Sofie Imam di sektor fisik, serta Nova Arianto menjadi fondasi lokal yang ia percaya. Sementara itu, sentuhan internasional datang dari Simon Grayson, Andrej Kostolansky, hingga Damian van Rensburg yang memperkuat sektor teknis, termasuk penjaga gawang.
Tak berhenti di situ, Herdman juga melibatkan mantan kapten Timnas Kanada, Steven Vitoria, serta Cesar Meylan yang memiliki spesialisasi dalam pengembangan performa fisik atlet.
Selengkapnya