Strategi BI Jaga Stabilitas Rupiah saat Libur Panjang Lebaran 2026
Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga sepanjang periode libur Lebaran 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi bank sentral terhadap potensi gejolak pasar keuangan global akibat kobflik Timur Tengah.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar internasional tetap berlangsung. Kondisi ini membuat pergerakan rupiah tetap berpotensi mengalami fluktuasi yang dapat berdampak pada perekonomian nasional.
Ia menambahkan, BI terus mencermati dinamika global, terutama perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan. Oleh karena itu, bank sentral telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.
Destry menegaskan, BI akan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal Indonesia. Termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian yang diperlukan guna tetap konsisten dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Ilustrasi rupiah
“Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah," ujar Destry dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, 18 Maret 2026.
Rupiah ditutup di sekitar level Rp 16.997 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 17 Maret 2026. Rupiah terpantau sempat mencapai level Rp17.000 per dolar AS pada sesi perdagangan hari itu.