Pengujian B50 Mitsubishi Fuso Tembus 40 Ribu Km, Mesin Masih Aman
Pemerintah terus mematangkan rencana implementasi Biodiesel B50. Untuk itu mereka menggandeng sejumlah pihak.
Salah satunya adalah pabrikan otomotif, terkhusus yang bergerak di sektor kendaraan niaga. Semisal Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB).
Distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia ini mengungkapkan, proses uji jalan atau road test masih berlangsung.
“Nah yang saya dapat update-nya, road test sudah berjalan sampai 40 ribu km,” ungkap Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT KTB di GIICOMVEC 2026 beberapa waktu lalu.

Menurut Aji, langkah ini menjadi tonggak penting bagi Mitsubishi Fuso. Sebab dapat mengetahui sejauh mana dampak penggunaan Biodiesel B50 bagi kendaraan mereka.
Selain itu para pemangku kepentingan mulai meninjau data awal sebelum melanjutkan pengujian ke fase final. Sehingga dapat melihat daya tahan komponen jantung pacu secara menyeluruh.
“Akan diadakan evaluasi dulu, apa dampaknya? Apa hasilnya? Kami masih menunggu hasil akhir evaluasi dari hasil road test tersebut,” lanjut dia.
Aji menjelaskan kalau data yang akurat sangat dibutuhkan Mitsubishi Fuso, sebelum kebijakan ini benar-benar diterapkan secara masif.
Sementara untuk angka 50 ribu km, dianggap standar yang cukup untuk merepresentasikan beban kerja kendaraan niaga.
Pasalnya kendaraan niaga seperti milik Mitsubishi Fuso, terbiasa menempuh jarak cukup jauh setiap hari guna memenuhi kebutuhan para konsumen.
“Penting bagi kami mengetahui hasil setelah B50 itu digunakan sampai dengan 50 ribu km. Jadi targetnya Juni atau Juli mungkin baru bisa mencapai angka 50 ribu km,” tegas Aji.
Nantinya setelah target 50 ribu km dapat tercapai, proses pengecekan tidak hanya dilakukan melalui pemantauan sensor atau performa di jalan raya.
Bakal ada proses teknis yang lebih terperinci. Sehingga Mitsubishi Fuso dapat melihat kondisi fisik di dalam ruang bakar.

Hasil evaluasi juga bakal dijadikan acuan atau pedoman bagi Mitsubishi Fuso, dalam memberikan rekomendasi perawatan kepada para pelanggan.
Hal ini krusial untuk menjaga agar kinerja mesin tetap optimal. Kemudian memastikan tidak ada kendala pada produk mereka meski menggunakan biodiesel B50.
“Dari hasil road test sampai 40 ribu km tidak ada isu. Tetapi lebih aktualnya lagi, lebih pastinya kita harus tunggu evaluasi, nanti setelah dibongkar mesinnya,” Aji menutup perkataannya.