Thierry Henry Bela Gaya Main Arsenal, Arteta Temukan Formula Juara
Legenda Arsenal, Thierry Henry, membela gaya bermain The Gunners di bawah asuhan Mikel Arteta. Menurutnya, Arteta mampu menemukan formula kemenangan.
Pendekatan bermain Arsenal banyak mengundang kritik dari sejumlah pihak, meski mereka kini memuncaki klasemen Liga Inggris 2025-2026.
Henry menegaskan bahwa hal terpenting saat ini adalah mengakhiri penantian panjang Arsenal untuk meraih gelar Liga Inggris yang sudah berlangsung selama 22 tahun sejak musim 2003-2004.
Mantan penyerang Perancis itu mengakui dirinya tidak terlalu menyukai gaya permainan yang diterapkan Mikel Arteta di Arsenal saat ini.
Tetapi, Henry tetap menghargai pendekatan Arteta yang berupaya mendapatkan gelar Liga Inggris ke-14 bagi Arsenal.
“Sebagai penggemar Arsenal, saya mungkin tidak harus menyukai gaya bermainnya, tetapi saya tetap menghormatinya. Setelah 22 tahun, bagaimana pun caranya, saya akan tetap menghargai itu,” ujar Henry dilansir dari Sky Sports.
Ia menilai Arteta telah berhasil menjawab tuntutan klub untuk menemukan formula kemenangan.
“Kami meminta Mikel Arteta menemukan cara, dan dia melakukannya. Sesederhana itu. Saya ingin memenangkan liga, sudah 22 tahun,” ujar Henry.
Adaptasi Gaya Permainan Arsenal
Para pemain Arsenal merayakan gol pembuka laga dari Bukayo Saka di ajang Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Arsenal di American Express Community Stadium di Brighton, Inggris selatan pada 4 Maret 2026.
Musim ini, Arsenal memang kerap mendapat kritik karena dinilai terlalu bergantung pada situasi bola mati, yang menyumbang lebih dari sepertiga gol mereka.
Hal ini berbanding terbalik dengan investasi besar klub yang mencapai lebih dari 250 juta poundsterling, terutama pada sektor penyerang.
Namun, Henry melihat perubahan ini sebagai bentuk evolusi tim yang kini lebih matang secara mental.
“Dalam waktu lama Arsenal dianggap ‘anak-anak’, tidak bisa mempertahankan keunggulan, mudah didominasi. Sekarang mereka bisa menang dengan cara apa pun, dan mereka mendominasinya,” ujar Henry.
Ia juga mempertanyakan standar permainan yang sering dijadikan tolok ukur, mengingat klub pernah sukses dengan pendekatan berbeda di era pelatih sebelumnya.
Henry bahkan menyinggung keberhasilan Jose Mourinho bersama Chelsea pada musim 2004-2005 yang juga mengandalkan permainan pragmatis.
“Mereka sangat sulit dikalahkan, luar biasa dalam serangan balik. Semua orang memuji Mourinho dan Chelsea, dan itu memang pantas. Mereka menemukan cara untuk menang,” ujar Henry.
Carragher: Arteta Tunjukkan Fleksibilitas Taktik
Pengamat sepak bola Jamie Carragher turut memuji kemampuan Arteta dalam beradaptasi secara taktik.
Menurut Carragher, Arteta berhasil bertransformasi dari gaya bermain ala Pep Guardiola menjadi pendekatan yang lebih pragmatis, mirip dengan Mourinho.
“Ini hampir berbeda dari manajer mana pun yang pernah kita lihat di Premier League. Biasanya kita tahu identitas pelatih sejak awal, seperti Klopp atau Pep. Tapi Arteta berubah,” kata Carragher.
Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut terjadi setelah Arsenal gagal bersaing dalam perebutan gelar pada musim sebelumnya.
“Sejak saat itu, setiap pemain yang direkrut punya profil fisik. Ini tentang kekuatan dan daya tahan, sesuatu yang tidak terlalu terlihat saat dia pertama datang,” jelas Carragher.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang