Menguak Fakta Ilmiah Emosi 'Senggol Bacok'
Memperingati World Sleep Day (Hari Tidur Sedunia) yang tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, kesadaran akan pentingnya kualitas istirahat menjadi lebih krusial dari sebelumnya.
Bulan suci seringkali dimulai dengan semangat tinggi untuk beribadah dan harapan menurunkan berat badan. Namun, realita di lapangan sering berkata lain: emosi menjadi labil dan tubuh terasa lemas meski makan banyak saat sahur atau berbuka.
Banyak yang mengira rasa lemas dan sumbu pendek (mudah marah atau emosi) saat puasa semata-mata karena lapar dan haus. Padahal, penyebab utamanya adalah kekacauan jam biologis tubuh.
Sleep Coach, Vishal Dasani menjelaskan bahwa selama bulan puasa, tantangan tubuh bukan hanya durasi tidur yang berkurang karena sahur, tetapi juga perubahan waktu makan yang memaksa tubuh mencerna saat seharusnya beristirahat. Kondisi ini dikenal sebagai circadian misalignment.
"Tantangan terbesar saat Ramadan bukan pada menahan lapar, tapi pada manajemen tidur. Data menunjukkan bahwa proporsi tidur REM (Rapid Eye Movement) bisa anjlok drastis dari yang normalnya 24% menjadi hanya 10% atau kurang selama bulan puasa," ujar Vishal, Senin, 16 Maret 2026.
"Fase REM ini krusial untuk regulasi emosi dan pemrosesan mental. Ketika Fase ini berkurang drastis - performa kerja menurun, sulit berpikir jernih serta kritis, dan secara psikologis kita jadi lebih mudah tersulut emosi atau cranky," tambahnya.
Banyak masyarakat kita terjebak dalam pola pikir "cadangan energi", di mana mereka mengonsumsi karbohidrat berlebih saat sahur dengan harapan energi akan bertahan seharian. Padahal, secara ilmiah, konsumsi karbohidrat olahan dalam jumlah besar—seperti nasi putih porsi ganda, mi instan, atau teh manis—justru menjadi bumerang.
Smartwatch Garmin.
Tips praktis dari Garmin agar tetap bugar selama Ramadan:
1. Prioritaskan Kualitas Tidur: Gunakan watch face terbaru dan fitur Sleep Monitoring Garmin untuk memastikan Anda mendapatkan Deep Sleep pasca-Tarawih. Coba lakukan power nap (tidur siang 20 menit) untuk menebus ketertinggalan tidur.
2. Nutrisi Cerdas: Perbanyak protein dan serat saat sahur untuk menjaga Body Battery awet seharian, serta hindari gula berlebih. Disarankan untuk konsumsi elektrolit atau air kelapa murni ketika sahur untuk menjaga hidrasi tubuh.
3. Tetap berolahraga: Sebaiknya olahraga dilakukan 1 sampai 2 jam menjelang berbuka dengan intensitas yang disesuaikan. Jangan memforsir badan untuk mengejar PB jika kondisi tubuh kurang fit.
Garmin Gandeng Pokémon Sleep untuk Pemantauan Tidur lebih Menyenangkan
Mendukung "Puasa Bertenaga" dan tidur yang lebih berkualitas, Garmin meluncurkan Pokémon Sleep watch face terbaru yang bisa diunduh secara gratis di aplikasi Garmin Connect IQ Store. Pokémon Sleep watch face dan aplikasi Pokémon Sleep kompatibel dengan perangkat Garmin seri fēnix, Forerunner, Venu and vívoactive.
Fitur Pokémon Watch Face
1. Pilih di antara dua watch face. "Pokémon Sleep: Snorlax & Friends" yang menampilkan banyak Pokémon (Bulbasaur, Charmander, Squirtle, Pikachu dan Snorlax) di Greengrass Isle. Dan "Pokémon Sleep: I Choose You" yang memungkinkan pengguna untuk memilih satu Pokémon dari 48 opsi populer.
2. Karakter di kedua watch face akan berubah sepanjang hari. Mulai dari bahagia dan tersenyum, hingga menjadi lelah dan mengantuk berdasarkan tingkat energi Body Battery pengguna.
3. Untuk membantu mempersiapkan waktu tidur, mode malam pada watch face akan diaktifkan 1,5 jam sebelum pengaturan waktu tidur terjadwal. Pengguna dapat mengatur waktu tidur dan bangun di aplikasi Garmin Connect.